Satu Balita di Magelang Positif Corona

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Setelah sempat mengalami zero selama empat hari, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Magelang, Kamis (28/05/2020) bertambah 4 orang. Mereka berasal dari dua orang Kecamatan Tempuran dan dua orang masing-masing dari Kecamatan Bandongan serta Tegalrejo. Untuk dua tambahan dari Kecamatan Tempuran itu, salah satunya meninggal dan satunya masih balita.

Selain bertambah empat itu, ada pula seorang yang sembuh dari Kecamatan Ngablak. Untuk yang meninggal seorang perempuan berusia 58 tahun, namun yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta.

“Sebelumnya ia dirawat di RSUD Tidar sejak 25 hingga 28 mei ini. Dengan tambahan pasien baru, meninggal dan sembuh ini, jumlah pasien terkonfirmasi positif kini ada 72 orang. Sedang yang sembuh menjadi 27 orang. Untuk yang meninggal ada 28 orang dengan 25 dari status PDP dan tiga dari terkonfirmasi positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi.

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga saat ini, lanjut Nanda, bertambah satu orang dari Kecamatan Candimulyo, sehingga berjumlah 27 orang. Meski bertambah satu orang, namun ada satu yang dinyatakan sembuh dari Kecamatan Mungkid. “Dengan tambahan satu PDP sembuh itu, kini ada 130 PDP sembuh. Sedang jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), dari 49 berkurang tujuh orang karena lolos pantau sehingga menjadi 42 orang,” lanjutnya.

Pada hari ini, Gugus Tugas juga melaksanakan Rapid Test di sebuah swalayan terbesar di Muntilan. Hal ini dibenarkan Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bidang Operasi, Retno Indrastuti yang juga Kepala Dinas Kesehatan.

“Iya benar. Hari ini kami laksanakan rapid test di sebuah swalayan terbesar di muntilan. Namun demikian, hasilnya belum kami rekap,” imbuhnya.

Masih adanya jumlah pasien terkonfirmasi positif dan PDP itu, menandakan jika virus korona masih ada. Karena itu, warga tetap diminta mematuhi himbauan Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP. Yakni menerapkan disiplin pribadi dan kolektif secara bersama-sama dilingkungan masing-masing. (Bag)

BERITA REKOMENDASI