Sawah Korban Banjir, Petani Bakal Terima Ganti Rugi

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Lahan sawah, terutama untuk tanaman padi yang puso akibat banjir bakal menerima ganti rugi. Para petani mendapat jaminan karena telah mengikuti Asuransi Untuk Tanaman Padi (AUTP). Banjir di Purworejo mengkibatkan lahan sawah terenam air hingga mencapai luasan 1.099 hektar yang tersebar di delapan wilayah kecamatan.

“Kita akan tangani dulu warga yang terdampak banjir, kemudian kerugian akibat banjir. Terutama lahan pertanian,” kata Sekda Purworejo Drs Said Romadon, Jumat (06/03/2020).

Banjir yang melanda wilayah Purworejo akibat hujan deras dua hari terakhir mengakibatkan 217 warga terpaksa mengungsi. Banjir melanda wilayah Kecamatan Bagelen, Purwodadi, Ngombol, Grabag, Butuh. Pituruh dan Bayan.

“Untuk membantu korban, Pemda langsung mendirikan dapur umum di lokasi pengungsian untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak,” jelas Said Romadon.

Sementara itu luas lahan pertanian tanaman padi yang terdampak banjir diperkirakan mencapai sekitar1,099 hektar. Tersebar di Kecamatan Grabag 452 hektar, Butuh 312 hektar, Pituruh 156 hektar, Bayan 72 hektar, Bagelen 61,5 hektar, Ngombol 20 hektar, Banyuurip 21 hektar, dan Purwodadi seluas 4,5 hektar. Untuk sawah puso yang terendam lebih dari tiga hari, akan mendapatkan ganti dari dari AUTP sebesar Rp 6 juta per hektar. “Rata-rata petani sudah ikut AUTP dengan membayar premi Rp 36 ribu per hektar,” jelasnya.

Bupati Purworejo H Agus Bastian SE MM juga menyempatkan mengunjungi korban banjir di lokasi pengungsian. Bupati meyakinkan bahwa kondisi para pengungsi tetap baik, dan kebutuhan logistik terpenuhi. Diserahkan pula sejumlah bantuan seperti beras, makanan siap saji, minyak goreng, kopi, teh, gula dan lainnya. (Nar)

BERITA REKOMENDASI