Sawunggalih Artfest 2018, Standar Baru Even Budaya Purworejo

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pagelaran seni bertaraf internasional bertajuk Sawunggalih Artfest 2018 : On The Track akan diselenggarakan di Stasiun Heritage Purworejo, 8 – 9 Desember 2018. Pentas itu akan melibatkan seniman lokal, nasional bahkan beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika Latin. Sawunggalih Artfes 2018 akan menjadi standar baru even budaya di Purworejo.

Pentas budaya itu diinisiasi koreografer kenamaan Nungki Nur Cahyani. "Kami yakin akan menjadi standar baru, menimbulkan kebanggaan dan menaikkan kelas," ujar Nungki kepada KRJOGJA.com, Sabtu (1/12).

Setelah puluhan tahun berkiprah di bidang seni, tidak hanya di Indonesia namun lintas negara, Nungki ingin memberikan persembahan untuk Kabupaten Purworejo. Nungki adalah seniman kelahiran kota tersebut.

Nungki bersama timnya tidak sekedar mementaskan seni, tema pun ditentukan seapik dan sedekat mungkin dengan realitas masyarakat. Mereka menentukan tema On The Track dalam Sawunggalih Artfest 2018. Tema itu diambil untuk mengajak masyarakat kembali memahami untuk apa manusia diciptakan. Masyarakat diajak kembali dan bersama-sama menjaga kemurnian, sehingga bisa menjadi ideal, setimbang dalam berinteraksi sosial.

Setiap warga nusantara, lanjutnya, harus bisa menjauhi dari sabda Plautus di tahun 945 Masehi, 'Homo homini lupus' atau 'Manusia adalah serigala bagi sesamanya'. "kebutuhan manusia untuk bertahan, atau melengkapi dari yang kurang ia harus bersosial, berinteraksi. Di sini timbul kompetisi, politik hidup yang kurang setimbang," terangnya.

Sawunggalih Artfest 2018, akan menampilkan seniman tari, musik dan rupa dari Palu, Jogjakarta, Cirebon, Magelang, Surakarta, China, Brazil dan Belanda. Mereka adalah Lena Guslina, Deden Tresnawan, Denny Dumbo, Maria B Apriyanti, Widya Ayu Kusumawardhani, Kemlaka, Galih Naga Seno, Komunitas Lima Gunung. Kemudian Jodo Kemil, IIng Sayuti, Selfina Cepy dan Danang Pamungkas.

Seniman asing yang akan unjuk kemampuan adalah Diego Leonardo Oliveira asal Brazil, Linda dari Belanda dan Zhah Rong China. "Untuk Purworejo, akan tampil Melania Sinaring Putri, Congcully, Dolalak Budi Santosa dan Hadroh Al Fatah," ungkapnya.

Pagelaran tersebut juga diselenggarakan untuk mendukung pariwisata Purworejo. Sebagai kawasan yang dekat dengan Candi Borobudur dan calon bandara NYIA, Purworejo harus bisa menangkap peluang meningkatkan arus wisatawan. "Untuk itu butuh even sebagai daya tarik wisata, harapan kami, kegiatan budaya bertaraf nasional dan internasional diselenggarakan secara kontinyu di Purworejo," tandasnya. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI