Sebanyak 35 Desa Dapatkan PISEW

MAGELANG, KRJOGJA.com – Sebanyak 35 desa tersebar di 14 dari 21 kecamatan diwilayah ini, mendapat program PISEW (Pengembangan Infrstuktur Sosial Ekonomi Wilayah) dari  Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Tujuan program ini adalah untuk mengejar ketertinggalan atau pemerataan.

“Melalui Pisew ini, maka desa harus mampu mengembangkan potensi yang dimiliki desa,” kata Kepala Satker Pengembangan Kawasan Pemukiman Provinsi Jawa Tengah,  Dwiatma Singgih Raharja ST, usai Rapat Koordinasi Pelaksanaan PISEW 2018 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magekang, Kamis (04/10/2018).

Dalam rapat koordinasi tadi, dihadiri Pj Sekda Kabupaten Magelang, Endra Wacana, Kepala Bapedda Soegiyono, Soetarno dari PU, anggota Komisi V DPR RI Ir Sudjadi dan kepala desa (Kades) penerima PISEW.

Menurutnya, ke 14 kecamatan yang mendapat program PISEW yang nilainya masing-masing Rp 600 juta, meliputi Kecamatan Salaman untuk dua desa, yakni Desa Menoreh dan Desa Kalirejo. Kecamatan Borobudur, meliputi Desa Candirejo, Sambeng dan Bigaran. Untuk Kecamatan Ngluwar, adalah peningkatan saluran irigasi yang dulunya saluran tanah, dibangun menjadi saluran irigasi permanen menggunakan beton.

Kecamatan Salam, meliputi pembangunan jalan (cor beton) Desa Nabin – Gulon, Dode -Gulon, drainase Seloboro – Gulon, saluran irigasi pertanian Grogolan Tirto, talud jalan usaha tani dan saluran irigasi pertanian. Kecamatan Srumbung, meliputi tiga desa, yakni Desa Jerukagung, Desa Banyuadem dan Desa Kradenan sebagai desa penyangga pertanian.

Untuk Kecamatan Muntilan, ada dua desa, yakni Desa Pucungrejo dan Desa Tamanagung, keduanya merupakan pusat perdagangan di lereng Gunung Merapi, dan merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jateng – Jogjakarta. Kecamatan Mungkid, tiga desa meliputi Desa Senden, Gondang dan Treko.

Sedangkan Kecamatan Sawangan, lokasi yang mendapatkan PISEW adalah Desa Ketep, Banyuroto dan Wonolelo. Kecamatan Mertoyudan, Desa Bulurejo, Banjarnegoro dan Jogonegoro. Kecamatan Kajoran, Desa Sukomakmur, Sutopati dan Sukomulyo. Kecamatan Tempuran, Desa Sidoagung, Ringinanom dan Kalisari. Kecamatan Bandongan, Desa Salamkanci, Sukosari dan Kedungsari. Kecamatan Windusari, Desa Gunungsari, Kaliyoso dan Genito. Kecamatan Secang, Desa Pucang, Candisari dan Sidomulyo.

Anggota Komisi V DPR RI, Ir Sudjadi mengatakan, desa harus mampu mengembangkan potensi desa yang ada, seperti pariwisata air, kebudayaan, potensi alam serta wisata religius. Dengan mengembangkan potensi, maka deda akan mampu meningkatkan ekonomi mayarakat. "Kepala Desa harus mampu membaca paluang potensi yang ada," katanya.

Membaca potensi desa itu penting,  lanjut Sudjadi, agar desa mampu mengembangkan potensi yang bisa meningjatkat pertumbuhan ekonomi. Jika desa bisa mengembangkan potensi yang ada, maka pemerintah bisa membantu pengembangan desa berupa pembabgunan infrastruktur.

Kades Pucungrejo, Muntilan, M. Ma'ruf ST mengatakan, sangat mengapresiasi apa yang sudah diperjuangkan dalam membantu pembangunan di Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Muntikan, karena telah membantu pembangunan yang sangat banyak.

"Bantuan tanpa potongan yang diberikan, seperti Infrastruktur sesuai yang dibutuhkan masyarakat, diantaranya irigasi desa, rumah muskin, rusun. Harapan warga, bisa terpilih kembali agar bisa melanjutkanpembangunan," ujarnya. (Bag)

 

BERITA REKOMENDASI