Sejumlah Sekolah Kekurangan Murid

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sejumlah SMP dan MTs di Kabupaten Purworejo diperkirakan mengalami kekurangan murid dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017. Meski pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Purworejo belum mendapat laporan resmi, namun sejumlah sekolah melaporkan secara informal kepada anggota Komisi D DPRD Purworejo.

Kekurangan murid terjadi pada sekolah negeri dan swasta. "Negeri saja ada yang kekurangan, apalagi swasta. Kabarnya satu SMP swasta hanya dapat tujuh siswa, kepala sekolah lapor pada saya," kata Hendricus Carel SYC, Anggota Komisi D DPRD Purworejo, kepada KRJOGJA.com, Selasa (04/07/2017).

Politisi PDI Perjuangan itu menyebutkan, kekurangan siswa diperkirakan akibat sekolah yang diberi kebebasan dalam menerima murid baru. Hendricus menilai tidak ada pembatasan jumlah siswa yang diterima.

Hal tersebut, katanya, berdampak sekolah terutama kategori favorit berlomba memaksimalkan jumlah siswa yang diterima. "Efeknya, sekolah akan menambah ruang kelas baru. Akhirnya dampaknya pada sekolah pinggiran dan swasta," ucapnya.

Selain itu, kekurangan siswa juga terjadi akibat jumlah lulusan SD yang cenderung tetap, namun ada sekolah baru didirikan di Purworejo. "Menurut saya solusinya adalah harus ada penetapan kuota bagi sekolah negeri. Tentu kebijakan harus diawali kajian yang benar terkait daya tampung dan jumlah lulusan SD," tegasnya.

Sementara itu, Kasi Kurikulum Bidang SMP Dikpora Purworejo Suwardi menambahkan, jumlah SMP dan MTs, negeri maupun swasta di Purworejo terdata 91 sekolah. Seluruh sekolah itu diperkirakan mampu menampung hingga 12 ribu siswa. "Untuk sekolah negeri rata-rata menyiapkan lima rombel (rombongan belajar) dan swasta untuk dapat satu rombel juga sulit. Satu rombel antara 20 – 32 siswa," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dikpora Purworejo Ahmad Kasinu mengemukakan, sekolah yang kekurangan murid dapat membuka pendaftaran gelombang kedua. Kebijakan itu, katanya, bertujuan memberi kesempatan bagi anak dalam mengakses pendidikan dasar.

Namun Kasinu mengingatkan orang tua untuk bijak dengan tidak asal mencabut berkas dan pindah sekolah, karena dapat merugikan pihak lain. Kasinu juga meminta sekolah yang akan membuka pendaftaran gelombang dua untuk melapor kepada dinas. (Jas)

BERITA REKOMENDASI