Sekolah Kopi, Berjuang Bangkitkan Ekonomi di Era Pandemi

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Petani kopi di Kecamatan Gemawang Kabupaten Temanggung berjuang bangkit dari keterpurukan ekonomi di era Pandemi Covid-19 dengan menggelar sekolah kopi. Mereka berharap, sekolah kopi dapat melahirkan petani dan pelaku industri kopi handal dari generasi milenial, yang dapat mengangkat derajat kopi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Koordinator Sekolah Kopi, Sarwadi mengatakan potensi kopi di Temanggung khususnya di Kecamatan Gemawang sangat besar. Produksi mencapai ribuan ton dengan kualitas yang dapat diandalkan. Kopi itu mensuplai pasar lokal Indonesia bahkan sampai luar negeri, namun kualitas belum optimal, sehingga perlu ditingkatkan.

“Sekolah kopi mencoba meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi dengan standar Internasional yang sehat, serta meningkatkan kualitas produksi, atau olahannya,” kata Sarwadi ditemui disela pembukaan sekolah kopi, Jumat (22/01/2021).

Ia mengatakan materi sekolah kopi, seperti cara budidaya kopi, panen, pengolahan pasca panen, pengemasan dan pemasaran. Peserta juga dibekali cara menyajikan, diantaranya menjadi barista, serta diperkenalkan dengan jaringan penjualan. Sekolah kopi berlangsung sekitar 2 bulan.

“Peserta mayoritas anak muda, kaum milenial. Peserta awal ada sekitar 15 orang. Kedepan segera menyusul gelombang berikutnya,” katanya sembari mengatakan Pandemi Covid-19 telah memecut petani untuk bangkit, menggerakkan perekonomian kopi.

Peserta Sekolah Kopi Antoro mengatakan sekolah kopi diharapkan dapat membantunya menjadi petani dan pelaku kopi yang mampu menaikkan derajat kopi Temanggung, serta dapat meningkatkan kesejahteraan. “Saya ada ladang kopi milik keluarga, dengan menjadi pelaku kopi yang baik diharapkan kualitas dan produk kopi menjadi baik dan laku mahal,” katanya.

Staf Ahli Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Samsul Widodo mengatakan mendukung upaya pemasaran kopi dari Temanggung bahkan untuk di ekspor. Sekolah kopi menjadi langkah untuk melatih petani memproduksi sesuai standar yang ditentukan sehingga mampu bersaing dengan kopi produksi daerah lain, bahkan negara lain seperti Vietnam, Brasil dan negara-negara di Amerika Selatan. “Kami akan fokus di pemasaran dan pendampingan supaya petani dan yang mengolah agar menghasilkan kopi yang berkualitas,” katanya.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan Pemkab Temanggung terus melakukan pembinaan pada petani, perajin dan para pelaku kopi. Pemkab juga terus membangun jejaring dengan komunitas kopi nasional dan internasional karena dunia kopi itu dunia spesifik pemainnya banyak dan pesaingnya juga banyak.

“Dukungan dari Kementerian Desa PDTT sangat penting, juga dari pihak lain sehingga kopi dapat meningkat kualitasnya, lebih dikenal luas. Harapan kopi Temanggung lebih cepat go internasional dengan harga yang lebih bagus akan tercapai,” kata dia.

Konjen Hamburg Jerman, Ardian Wicaksono mengatakan akan turut mempromosikan kopi Temanggung pada masyarakat Jerman, dengan catatan harus memenuhi standar. “Promosi diantaranya melalui even promosi pariwisata, atau memperkenalkan pada berbagai even yang digelar kedutaan dan konsulat,” katanya pada pertemuan melalui sambungan Zoom.

Chief Complience and Network Officer Lion Parcel, Victor Ary Subekti mengatakan Lion punya sejumlah tempat untuk promosi produk-produk Indonesia, termasuk kopi Temanggung bahkan jika kualitasnya bagus dan terjaga stoknya akan dimasukkan dalam katalog produk di pesawat. “Kami tidak hanya bantu dalam promosi tetapi dalam pengemasan paket sehingga kualitasnya tidak rusak. Semua agar perekonomian di masa Pandemi Covid-19 dapat segera bergerak positif,” kata dia. (Osy)

BERITA REKOMENDASI