Sekolah Tani Muhammadiyah, Produk Bahan Singkong Kini Memperoleh Perhatian

MAGELANG, KRJOGJA.com – Produksi tanaman singkong, yang bisa dibuat menjadi beberapa produk, memperoleh perhatian banyak pihak. Bahkan ada diantaranya yang ingin belajar langsung berkaitan dengan produk dari bahan singkong tersebut.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) edisi ke-2, yang disampaikan secara virtual lewat media Zoom dan Youtube, Jumat (27/8/2021). Kegiatan dengan moderator Nugroho Agung Prabowo ST MKom dari Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Unimma mengambil tema “Diversifikasi Olahan Singkong Prospektif Ekspor, Sebagai Usaha Alternatif untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani”.

Berbicara atau narasumber di forum ini Bachtiar Dwi Kurniawan SFil I MPA dari Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah yang berbicara tentang “Pemberdayaan Petani Melalui Jatam untuk Pengoptimalan Komoditas Lokal”, Riza Azyumarridha Azra (Owner Rumah Mocaf Banjarnegara) yang berbicara tentang Prospek Tepung Mocaf sebagai Bahan Pangan Bernilai Ekspor, dan Djohan Irawan (Owner Sari Tela Utama Banjarnegara) yang berbicara tentang “Gula Cair, Alternatif Olahan Singkong Bernilai Ekspor”.

Banyak pertanyaan yang disampaikan peserta Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah edisi ke-2 ini, baik perseorangan, lembaga pendidikan, Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI), kelompok tani se Jawa Tengah, Dinas Pertanian, PDM dan PDA se Jawa Tengah maupun lainnya. Pertanyaan yang diajukan ada yang berkaitan dengan belajar membuat gula cair, memohon penjelasan secara teknis sederhana terkait pembuatan gula cairnya, untuk membuat tepung mocaf dan gula singkong apakah dibutuhkan singkong jenis khusus dan bagaimana pengolahannya maupun lainnya.

“Filosofi singkong diantaranya tidak ribet, tetap tumbuh tanpa intrik. Juga setinggi apapun, tetap rendah hati. Dikatakan, semua jenis singkong bisa dipergunakan sebagai bahan pembuatan gula cair, mengingat yang diambil dari singkong tersebut adalah pati atau tapiokanya. Dari jenis singkong apapun, patinya sama,” ungkap Djohan dalam kesempatan ini.

BERITA REKOMENDASI