Sektor Pertanian Pangan Purworejo Tetap Prioritas di Tengah Pandemi

Editor: Agus Sigit

Bantuan palawija dan hortikultura, kata Eko, diperuntukkan untuk musim tanam ketiga atau ketika puncak musim kemarau. “Selain benih, petani juga akan menerima bantuan berupa pupuk dan obat hama, khususnya bagi pembudidaya kedelai,” ucapnya.

Untuk kedelai, lanjutnya, pemerintah pusat memberi jatah alokasi seluas 5.000 hektare untuk Purworejo. Namun, sebagian besar petani di sentra budidaya Kecamatan Pituruh, memilih membudidayakan kacang hijau karena harga jualnya lebih mahal. “Kedelai sudah kalah populer dibanding kacang hijau, untuk Pituruh yang dikenal sentra, hanya terserap kurang dari 200 hektare. Ada sekitar 4.000 hektare alokasi yang dikembalikan kepada pusat,” terangnya.

Eko menambahkan, kegiatan pembinaan terhadap petani tidak terganggu meski ada Covid-19 di Indonesia. Penyuluh pertanian memanfaatkan peralatan komunikasi dan mengurangi intensitas pertemuan dengan petani binaannya.

Aktivitas petani juga tetap berlangsung normal. “Kami tetap menjaga jarak, petani juga diimbau pakai masker, dan segala bentuk seremonial pertanian, termasuk pertemuan kelompok ditiadakan. Pembinaan dan distribusi bantuan tetap berjalan normal karena komunikasi antara petugas serta petani tetap berjalan intensif,” tandasnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI