Selama 2021 Investasi Masuk ke Jateng Sebesar Rp 38,19 T

Editor: Agus Sigit

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Nilai investasi yang telah masuk ke Jawa Tengah sampai akhir triwulan ketiga tahun 2021 tercatat mencapai Rp 38,19 triliun. Jumlah itu adalah 71,34 persen dari target Rp 53,53 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng Ratna Kawuri mengatakan berdasar analisa angka investasi terbesar justru dari pemilik modal dalam negeri (PMDN) yang mendominasi hingga 63 persen atau sebesar 23,88 triliun.

“Sedangkan pemilik modal asing (PMA) sebesar 37 persen merupakan pemilik modal asing (PMA). Nilainya Rp 14,31 triliun,”kata Ratna pada Forum Investasi Temanggung, yang digelar, di Temanggung Selasa (7/12).

Dia mengemukakan angka investasi Rp38,19 triliun hanya dihitung dari perusahaan yang melakukan laporan di Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) online. Namun perlu diakui ada yang belum melaporkan.

Seperti di Temanggung, katanya dari peserta yang ikut Forum Investasi Temanggung hanya sebagian yang telah mengisi LKPM, sementara yang lain yang lainnya belum melaporkannya.

Dia mengatakan kontribusi PMDN di Jawa Tengah sangat luar biasa karena mampu menggeser PMA yang sebelumnya mendominasi. Apalagi saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19.

“Kemampuan pmdm PMDN ini luar biasa dan sangat diandalkan. Tetapi untuk UMK belum masuk dalam laporan itu, jika dimasukkan nilai PMDN sangat besar, “kata dia.

Dia mengatakan pemerintah berusaha mengeluarkan kemudahan berinvestasi. Artinya kemudahan berinvestasi ini berlaku untuk seluruh investor tidak hanya PMA atau pemodal besar.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan Pemkab Temanggung terus melakukan pendekatan pada pengusaha untuk menanamkan investasi di Temanggung baik PMA maupun PMDN.

“Beberapa waktu lalu sejumlah pemodal akan berinvestasi namun kemudian ada pandemi, Kami lakukan pendekatan kembali. Sebagian telah mau berinvestasi,”kata dia.

Dia mengatakan Kabupaten Temanggung kaya akan potensi alam yang besar yang dapat diolah. Namun belum semua potensi tergarap dengan optimal karena adanya berbagai keterbatasan .

“Kami telah bertemu dengan para investor dan pengusaha, umumnya mereka mau berinvestasi hanya ada sejumlah kendala yang diantaranya harga tanah. Adanya spekulan tanah. Maka itu pada spekulan tanah untuk lebih ramah,” kata dia. (Osy)

 

BERITA REKOMENDASI