Sembilan Rumah di Temanggung Terancam Longsor

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Bencana alam retakan tanah rawan longsor terjadi di Dusun Tlogowungu Desa Muncar Kecamatan Gemawang Temanggung, sebagai dampak hujan deras dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Pejabat sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Gito Walngadi mengatakan retakan tenah semakin melebar pada Senin (26/02/2018). Sejumlah warga lantas melaporkan kejadian pada BPBD, Polsek dan Koramil setempat untuk membantu dalam mengambil tindakan pencegahan retakan semakin melebar. "BPBD, personel Polsek dan Koramil segera merapat untuk melihat retakan tanah," kata Gito Walngadi.

Dikatakan, hujan pada Minggu (25/02/2018) kemarin di daerah tersebut sangat lebat. Hujan itu mulai pukul 18.00 wib hingga sekitar dini hari. Akibatnya, retakan tanah yang ada di dusun itu melebar dan semakin panjang. Bangunan  rumah, terangnya, turut retak sebagai dampak retakan tanah yang melebar di pondasi, selain itu tanah juga ada yang turun ke bawah.

Bangunan yang retak adalah milik Jotho yakni pada pondasi senderan amblas, Giyadi yang dapur dan kandang retak amblas, Sudiyono halaman dan pondasi retak dan bangunan penggilingan padi milik Priyo Heri S yang bangunan pondasinya retak. "Yang halaman rumah retak adalah milik Sarmin, Kiman, Sukirno dan Wardi," katanya.

Ia menyampaikan tidak ada kerugian jiwa dan luka, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Keretakan pada lahan perkebunan milik warga mencapai luas sekitar 5 hektare. Dia mengatakan tindakan yang dilakukan warga dan BPBD dibantu TNI dan Polri adalah menutup retakan tanah dengan tanah agar air tidak masuk kedalamnya.

Ini ditempuh agar air tidak masuk yang membuat retakan semakin melebar sehingga potensi longsor. Pada warga, terangnya, telah diminta waspada dengan retakan dan sejauh mungkin menyingkir jika memang dikhawatirkan terjadi longsor untuk mencegah terjadinya korban jiwa dan luka. "Kami selalu pantau didaerah-daerah rawan longsor," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI