Seniman Magelang Gelar ‘Lelakuning Urip’ di Komplek Candi Borobudur

Editor: Ivan Aditya

MAGELANG, KRJOGJA.com – Suasana jalur kedatangan pengunjung menuju ke bangunan Candi Borobudur di komplek Taman Wisata Candi Borobudur (TWC Borobudur) berbeda dari biasanya, Sabtu (18/07/2020). Beberapa seniman atau pelaku seni budaya Borobudur, ada juga dari kawasan kaki Gunung Merapi tampil dalam sebuah performance art laku budaya di lokasi tersebut.

Ketiga pelaku seni budaya Borobudur, Umar Chusaeni, Sucoro dan Abbet Nugroho menggelar performance art laku budaya tersebut bertemakan ‘Lelakuning Urip’. Beberapa seniman lainnya ada yang tampil dengan membawa ‘klonthong’ dari bahan kayu yang digerak-gerakkan sehingga menampilkan suara khasnya, ada juga yang tampil dengan memukul kentongan kayu.

Karena lokasi kegiatan berdekatan dengan jalur kedatangan, ada juga pengunjung yang menyaksikan kegiatan ini dan mengabadikan menggunakan kamera yang dibawanya. Beberapa sarana yang mampu melahirkan suara juga ikut mewarnai penampilan ini, puluhan kukusan dan tampah dari anyaman bambu serta gentong lengkap dengan siwurnya juga ada di sekitar lokasi kegiatan.

Umar Chusaeni, Sucoro dan Abbet Nugroho dibantu seniman lain membuat sebuah kegiatan bersama menyikapi situasi kondisi Indonesia-dunia saat ini. Dikatakan Umar, Candi Borobudur sebagai salah satu warisan budaya nenek moyang Bangsa Indonesia, yang diyakini merupakan karya seniman dan budayawan pada zamannya. Sebagai generasi penerus, dengan kondisi apapun tetap ada geliat berkesenian.

Performance art tersebut merupakan salah satu kegiatannya untuk mengingatkan kepada semua, termasuk masyarakat dunia, bahwa hidup harus dibuat sesuai dengan apa yang disenangi. “Salah satu kita berkesenian adalah sesuatu yang menyenangkan. Dan ini merupakan bagian dari kita untuk hidup harus tetap berjalan, ada harapan kedepan yang lebih baik,” kata Umar yang didampingi Sucoro dan Abbet Nugroho.

Kondisi pandemi seperti ini mungkin merasa gelisah, khawatir, tetapi dengan kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan semangat kebersamaan, terutama di kalangan pelaku seni budaya Borobudur, dan juga Magelang maupun Indonesia pada umumnya. (Tha)

BERITA REKOMENDASI