Serapan Anggaran Kabupaten Temanggung Capai 85 Persen

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Penyerapan anggaran di Kabupaten Temanggung hingga menjelang pertengahan Desember 2019 dilaporkan Badan Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Aset Daerah (BPPKAD) kabupaten setempat baru pada kisaran 85 persen. Kepala BPPKAD Kabupaten Temanggung, Kristi Widodo mengatakan pada tiap tahun anggaran belum pernah terserap seratus persen, namun pada kisaran di atas 95 persen.

"Tiap tahun pasti ada Silpa, ini tanda anggaran tidak terserap seratus persen hingga akhir tahun," kata Kristi kepada KRJOGJA.com di ruang kerjanya, Kamis (12/12/2019).

Dia mengemukakan rata-rata serapan APBD Kabupaten Temanggung selama satu tahun anggaran mencapai 95 persen. Sisa 5 persen anggaran tidak terserap karena berbagai sebab, diantaranya pembangunan fisik belum selesai, atau ada pengembalian dari lelang pengadaan barang dan jasa. "Sampai kini serapan baru 85 persen, diharapkan bisa mencapai diatas 95 persen," katanya.

Pihaknya kini masih menunggu laporan keuangan dari  pengguna anggaran, laporan itu ditunggu sebelum akhir tahun dan proyek fisik yang anggarannya tergolong besar bisa dikebut sehingga selesai sebelum akhir tahun.

"Jika proyek selesai dibangun dan membuat laporan maka uang akan segera dicairkan, sebab memang dalam belanja barang dan jasa tidak semua dibayarkan, pencairan akhir dipatungi dulu oleh rekanan," katanya sembari menyebut beberapa proyek fisik yang belum selesai, yang diantaranya proyek jembatan yang membentang dari Kedu ke arah Tejo di Kecamatan Kedu.

Dikatakan total nilai APBD Kabupaten Temanggung tahun 2019 ini mencapai Rp 1,842 triliun. Adapun total anggaran belanja tahun ini mencapai Rp 1,910 triliun. Dengan demikian terdapat defisit anggaran sebesar Rp 67,8 miliar. Defisit Rp 67,8 miliar tersebut ditutup dari pembiayaan daerah. (Osy)

BERITA REKOMENDASI