Sewa Pasar Suronegaran Dinaikkan, Pemkab Lobi PT KAI

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purworejo melobi PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menekan biaya sewa. PT KAI diketahui telah menaikkan harga sewa lahan yang digunakan untuk terminal dan Pasar Suronegaran.

Nilai sewa yang tahun 2015 senilai Rp 255 juta, naik menjadi Rp 713 juta mulai tahun 2016. "Lahannya memang milik PT KAI, pemkab menyewanya, sehingga apabila ada kenaikan, memang kewenangan perusahaan sebagai pemilik," ucap Martono, Kasi Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Perdagangan Perindustrian dan Pariwisata (Dikoperindagpar) Purworejo, mewakili Kepala Dikoperindagpar Dra Suhartini MM, kepada KRjogja.com, Selasa (20/9).

Menurutnya, pemerintah kabupaten tidak mengetahui alasan pasti kenaikan harga sewa itu. Pemerintah, katanya, melakukan lobi karena menilai biaya sewa yang ditetapkan terlalu mahal. Harga sewa terbaru itu jauh di atas alokasi sewa Pasar Suronegaran dalam APBD Kabupaten Purworejo tahun 2016 senilai Rp 265 juta. "Lobi pertama, PT KAI memberi opsi pembayaran dilakukan dua kali, namun nilainya tetap Rp 713 juta," tegasnya.

Harga sewa tersebut, katanya, tidak disanggupi pemerintah mengingat nilainya jauh melampaui pendapatan retribusi. Retribusi yang dihimpun dari Pasar Suronegaran hanya Rp 456 juta pertahun. Sementara retribusi parkir dan terminal angkutan merupakan kewenangan Dishubkominfo Purworejo.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purworejo Said Romadon mengatakan, pemkab menyewa lahan milik PT KAI seluas 2,3 hektare di kawasan Suronegaran. Selain untuk pasar dan terminal angkutan, lahan juga dimanfaatkan untuk taman kota. Menurutnya, pemerintah tengah menyusun opsi untuk melakukan lobi lanjutan kepada PT KAI. "Kami terus mengusahakan agar PT KAI mau menurunkan biaya sewa," ucapnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI