Siapkan RDTR Bersama Bangun Kawasan Borobudur

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pemerintah membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) bersama sebagai dasar membangun Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur. Kabupaten Purworejo, Magelang dan Kulonprogo, dengan difasilitasi pemerintah pusat, terlibat dalam perencanaan itu.

RDTR bersama memasuki tahap pembahasan bersama lintas sektoral. "Prosesnya sedang berjalan, sudah beberapa kali diadakan pertemuan," ujar Direktur Badan Otorita Borobudur (BOB) Indah Juanita, ditemui KRJOGJA.com di Glamping De Loano Desa Sedayu Loano Purworejo, Kamis (05/09/2019).

Menurutnya, dilibatkannya tiga kabupaten membahas tata ruang wilayah mutlak dilakukan untuk menghindari adanya pembangunan yang tidak sesuai. Pemerintah, lanjutnya, tidak ingin adanya tumpang tindih pembangunan kawasan pariwisata itu.

Masterplan pariwisata yang terintegrasi menjadi pedoman setiap wilayah dalam membangun kawasan Borobudur dan sekitarnya. "Pembangunan kawasan itu tanpa batasan administrasi wilayah, semua harus dilakukan secara bersama-sama," tegasnya.

Dalam pembahasan RDTR bersama, tuturnya, terjadi tarik ulur kepentingan antarwilayah. Namun persoalan yang muncul selalu dapat diselesaikan. "Tidak ada masalah, semua berjalan dengan baik, semua bisa legowo," ucapnya.

Ditambahkan, pembangunan kawasan Borobudur Higland dilakukan secara bersama sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat tiga kabupaten. "Termasuk glamping, pada dasarnya dibangun untuk membangkitkan gairah masyarakat, pemerintah ingin mereka peduli pada pariwisata. Setelah muncul kepedulian, mereka bisa melihat peluang dan menangkapnya untuk meningkatkan kesejahteraan," paparnya.

Sementara itu, Kabid Ekonomi dan Pengembangan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Purworejo Stefanus Aan mengemukakan, RDTR menjadi pedoman pemanfaatan dan pengendalian ruang di kawasan otoritatif Borobudur. Areal seluas 2.579,93 hektare di Kecamatan Kaligesing, Loano dan Bener masuk dalam RDTR tersebut.

Dalam pembahasan, katanya, ditentukan tiga titik pintu masuk kawasan BOB untuk mengakomodasi setiap kabupaten. Pintu masuk dari arah utara lewat Kecamatan Salaman Magelang, barat di Desa Sedayu Loano dan timur Desa Pagerharjo Kulonprogo.

Kabupaten Purworejo, lanjut Aan, memiliki peranan strategis dalam pengembangan kawasan itu. "Hampir sebagian besar analisis sementara kawasan, Purworejo punya kemampuan pengembangan yang sangat tinggi. Maka pemkab akan mengawal dan melakukan pengembangan terpadu lintas sektor untuk menyiapkan serta menangkap peluang emas itu," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI