Simpulkan Peristiwa, Polisi Periksa Lima Saksi

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kepolisian Resor (Polres) Purworejo terus melakukan penyelidikan atas kematian Ratimin (43) dan Lilik (38), pasangan suami istri (pasutri) warga RT 02 RW 03 Dusun Sucen Desa Semawung Kecamatan Purworejo. Untuk menyimpulkan peristiwa sebenarnya, polisi memeriksa lima saksi.

Tim forensik Biddokes Polda Jateng juga selesai memeriksa dua jasad itu. Keduanya telah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. "Kami belum bisa menyimpulkan penyebab kematian, tunggu hasil penelitian Biddokes Polda Jateng," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Kholid Mawardi mewakili Kapolres AKBP Teguh Tri Prasetya SIK, kepada KRJOGJA.com, Selasa (6/3/2018).

Polisi tetap menilai ada kejanggalan karena korban Lilik terindikasi tewas akibat dianiaya. Menurutnya, ada kemungkinan pelaku adalah Ratimin yang kemudian ditemukan tewas tergantung tali.

Meski demikian, polisi tetap mendalami peristiwa itu, termasuk dengan memeriksa para saksi. "Saksi itu lima orang terdekat dengan kejadian, mulai ibu Ratimin hingga warga yang pertama kali datang ke lokasi," ucapnya.

Berdasar informasi awal penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa Ratimin diduga mengalami gangguan jiwa dan pernah dibawa ke RSJ Magelang untuk dirawat. Namun yang bersangkutan melarikan diri dan pulang ke rumah. Informasi juga menyebut apabila Ratimin dan Lilik kerap bertengkar.

Selain itu fakta lain adalah korban Lilik diduga dalam kondisi hamil tiga bulan. Indikasi kehamilan itu diperkuat adanya bukti blangko pemeriksaan ibu hamil atas nama korban. "Namun kami tetap harus menunggu hasil autopsi forensik," katanya.

Sementara itu, sepupu Ratimin, Sugiyarto mengemukakan, kerabatnya itu dikenal pribadi yang tertutup. Ratimin jarang berinteraksi dengan kerabat dan tetangganya. Untuk mencukupi kebutuhan hidup, Ratimin menggarap sawah warisan dari almarhum ayahnya dan dibantu kerabat.

Ratimin menikah dengan Lilik pada Desember 2017. Sebelumnya, Ratimin menikah dengan gadis asal Banjarnegara pada tahun 2009, namun tidak bertahan lama. "Pernikahan pertama gagal karena Ratimin diketahui mengalami gangguan jiwa," katanya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI