Soal Minyak Goreng Curah, Pedagang Butuh Sosialisasi

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Pedagang minyak goreng curah di Kebumen mengharapkan agar kebijakan tentang peredaran minyak goreng curah disosialisasikan terlebih dahulu secara matang kepada pedagang di daerah sebelum dilaksanakan pelarangan peredarannya.

"Kebijakan pelarangan peredaran minyak goreng curah sebetulnya merupakan  kebijakan lama. Kebijakan itu pernah dikeluarkan tahun 2015 lalu, tapi kemudian ditunda untuk memberi kesempatan produsennya mempersiapkan  penghentian produksi. Ternyata tiba-tiba diumumkan lagi bahwa mulai  1 Januari 2020 nanti peredaran minyak goreng curah harus dihentikan," ujar pedagang minyak goreng curah di Jalan Kolopaking Kebumen, Ahmadi, di kiosnya, Rabu (16/10/2019).

Ahmadi mengaku melihat langsung di televisi saat Menteri Perdagangan  belum lama ini menyatakan bahwa per 1 Januari 2020 minyak goreng curah  dilarang diedarkan. Bagi pedagang di daerah, pengumuman tentang 1 Januari  2020 sebagai batas waktu edar tersebut terasa sangat mendadak, karena belum  pernah ada sosialisasi sebelumnya dari instansi terkait. "Ternyata beberapa hari kemudian muncul berita bahwa Menteri Perdagangan  mencabut lagi pelarangan tersebut. Pelarangan peredarannya tak jadi tanggal  1 Januari 2020, namun tak ada penjelasan tentang kapan secara resmi peredarannya  dilarang secara total," ujar Ahmadi.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen,  Sri Wahyuroh SH, menjelaskan bahwa surat edaran Menteri Perdagangan terkait  pelarangan peredaran minyak goreng curah per 1 Januari 2020 maupun pencabutan  pelarangan tersebut, belum diterima Disperindag Kebumen. " Tentunya sosialisasi kepada pedagang di Kebumen akan kami lakukan bila  ada surat edaran dari Kementerian Perdagangan," ujar Sri.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI