Sosialisasi dan Vaksinasi PMK di Temanggung Perlu Dioptimalkan

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Temanggung dinilai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Temanggung belum optimal. DPRD meminta pada Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) kabupaten tersebut untuk mengoptimalkan sosialisasi dan vaksinasi PMK.

Anggota DPRD Kabupaten Temanggung Bejo Tursiyam mengatakan dalam penanganan PMK di Temanggung Pemda dalam hal ini DKP3 sudah ada ikhtiar. “DKP3 sudah membentuk Unit Reaksi Cepat (URC) terkait Wabah PMK,” kata Bejo Tursiyam, Sabtu (16/07/2022).

Politisi dari PAN itu mengatakan masih perlu adanya sosialisasi pada masyarakat akan pentingnya penanganan wabah PMK kepada warga masyarakat terutama yang mempunyai ternak sapi. Karena meskipun sudah ada progam vaksinasi akan tetapi masih belum maksimal tersampaikan ke masyarakat.

Dia mengatakan berdasar temuan, ada pemilik ternak yang enggan melaporkan ada sapinya yang mati padahal dugaan kuat terpapar PMK sesuai dengan indikasi. Dia menilai secara umum penanganan PMK di Temanggung sudah baik namun perlu dioptimalkan.

Kepala DKP3 Joko Budi Nuryanto mengatakan vaksinasi PMK di Temanggung dialokasikan 1000 dosis atau untuk 1000 ekor sapi. Ada persyaratan sapi yang mendapat vaksin diantaranya umur lebih dari 3 bulan, tidak sedang sakit atau sehat.

“Kami terus sosialisasi PMK agar masyarakat memahami dan diaplikasikan sehingga ternak dapat terbebas dari PMK,” kata dia sembari mengatakan kasus PMK di Temangung mulai landai. (Osy)

BERITA REKOMENDASI