Sri Mulyani Pastikan Seluruh Siswa dan Guru di Klaten Taati Prokes

Editor: Ivan Aditya

KLATEN, KRJOGJA.com – Bupati Klaten Hj Sri Mulyani melakukan pemantauan langsung kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM), Selasa (15/02/2022). Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh siswa maupun guru mentaati aturan protokol kesehatan.

Bupati antara lain meninjau kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 6 dan SMP negeri 4. “Saya memantau di SMPN 6. Saya lihat langsung proses belajar mengajarnya. Diberlakukan 50 persen PTM, semua sudah sesuai protokol kesehatan, dari mulai masuk gerbang sekolah, ke ruang sekolah, ada cek suhu, cuci tangan dan lainya,” kata Bupati.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, ia juga menanyakan kepada para siswa apakah mereka sudah divaksin atau belum. Selain itu juga mengingatkan para guru dan siswa untuk selalu memakai masker.

“Para siswa sudah divaksin dua kali. Yang menjadi catatan untuk seluruh sekolah, di Klaten saat ini meberlakukan PTM 50 persen. Apabaila ada salah satu yang terkonfirmsi positif di salah satu sekolah, maka langsung kita daringkan, menunggu sampai sembuh baru kita PTM kan kembali,” jelas Bupati.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Yunanto mengemukakan, data per 15 Pebruari 2022, terdapat 14 sekolah, terdiri 9 SMP dan 5 SD, yang diberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), karena ada yang terkonfirmasi positif Covid. “Manakala ada salah satu guru, atau siswa yang terpapar Covid, langsung kita PJJ. Ada 9 SMP dan 5 SD yang kita PJJ. Terus kita evaluasi dan terus kita monitor ke lapangan,” kata Yunanto.

Kepala SMP Negeri 6 Klaten, Eguh Setyo Surono mengemukakan, hingga kemarin, PTM 50 persen masih bisa berjalan lancar, dalam artian para siswa dan guru dalam kondisi sehat tidak ada yang terpapar Covid.

Jumlah siswa SMP Negeri 6 Klaten sebanyak 795 orang. Saat ini diberlakukan blended learning, 50 persen tatap muka dan 50 persen daring, secara bergantian sesuai uruant absen. “Pergantianya sesuaidengan urut absen. Karena per kelas rata-rata 32 siswa, maka absen 1-16 hari pertama, dan absen 17-32 hari kedua, begitu selanjutnya. Bagi siswa yang giliran di rumah kita beri tugas PJJ,” jelas Eguh SS. (Sit)

BERITA REKOMENDASI