Stasiun Kutoarjo Segera Buka Layanan Rapid Antigen

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Stasiun Besar Kutoarjo di Kabupaten Purworejo ditargetkan untuk segera membuka layanan Rapid Test Antigen untuk melayani penumpang yang hendak berangkat menggunakan moda transportasi itu. Pihak PT KAI DAOP 5 Purwokerto sedang mempersiapkan sarana agar layanan itu dapat diakses dalam beberapa hari ke depan.

Manajer Humas PT KAI DAOP 5 Purwokerto Eko Budiyanto mengatakan, Stasiun Kutoarjo menjadi salah satu titik pelayanan Rapid Antigen karena okupansinya termasuk tinggi. “Stasiun itu ramai, diakses masyarakat Purworejo dan sekitarnya, termasuk Magelang dan Wonosobo. Maka untuk memudahkan masyarakat, kami akan buka layanan di sana,” ungkapnya saat dihubungi KRJOGJA.com, Selasa (22/12/2020).

Stasiun Besar Kutoarjo akan membuka layanan itu bersama dengan Stasiun Kroya di Kabupaten Cilacap. KAI DAOP 5 sebelumnya telah membuka layanan Rapid Test Antigen di Stasiun Purwokerto dengan melibatkan tim medis yang berkompeten. Biaya Rapid Test Antigen di stasiun itu dipatok Rp 105.000 perorang.

Namun, Eko mengingatkan calon penumpang di wilayah Kedu untuk mempersiapkan diri ketika hendak mengikuti tes Covid-19 itu. Waktu yang dibutuhkan untuk mendapat hasil, lanjutnya, lebih lama dibandingkan Rapid Test Antibodi yang sebelumnya diberlakukan sebagai syarat. “Untuk menghindari keterlambatan, sebaiknya datang untuk tes di stasiun pada H – 1 sebelum keberangkatan,” ucapnya.

Menurutnya, apabila hasi tes diketahui positif, maka penumpang tidak dibolehkan berangkat menggunakan kereta api. KAI memberi opsi pembatalan tiket dengan pengembalian biaya seratus persen atau penjadwalan ulang keberangkatan. “Kalau mau penjadwalan dibatalkan dulu tiketnya agar tidak kedaluwarsa, lalu beli sesuai rencana baru dan ikuti lagi prosedurnya,” terangnya.

Dikatakan, tidak ada pembatalan masif tiket keberangkatan akibat kebijakan Rapid Test Antigen. Namun, Eko mengakui ada beberapa calon penumpang yang membatalkan keberangkatan karena menilai biaya Rapid Antigen di laboratorium swasta terlalu mahal.

“Ada beberapa yang membatalkan karena tes dianggap mahal, sedangkan saat itu di stasiun belum ada layanannya. Sekarang, sudah tidak ada lagi yang membatalkan setelah calon penumpang mengakses tes di stasiun,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI