Sudah Meninggal, Ribuan Pemilih Malah Masih Terdaftar

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Sekitar 1.000 jiwa pemilih yang sudah meninggal dunia di Kabupaten Purworeojo masih masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pemilu Pilkada tahun 2020. Data itu diungkap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) yang bersama jajarannya menggelar rapat koordinasi dalam tahapan coklit.

“Temuan ini tersebar di seluruh wilayah kecamatan di Purworejo,” kata Kordiv Pengawasan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Purworejo Anik Ratnawati SPd, Jumat (2/10).

Sedang DPS lainnya yang masih bermasalah diantaranya jumlah pemilih yang tidak dikenal sebanyak 53 orang, anggota TNI 4 orang, dan Polri satu orang. Ada pula pemilih yang bukan penduduk setempat sebanyak 23 orang, pemilih ganda identik sebanyak 99 orang, tidak identik sebanyak 55 orang, pemilih hilang ingatan sebanyak 1 orang, pemilih dibawah umur sebanyak 14 orang dan pemilih pindah domisili sebanyak 1,215 orang.

Berdasar data dari Bawaslu, masih ada sekitar 2.465 pemilih yang masih belum sesuai berdasarkan hasil pencermatan terhadap DPS yang dilakukan Panwaslu Desa/ Kelurahan dan Panwaslu Kecamatan di 16 Kecamatan se wilayah Purworejo.

“Hasil pengawasan dan pencermatan ini telah dikirim Panwaslucam kepada PPK untuk ditindaklanjuti. Bawaslu Purworejo telah mengirimkan imbauan kepada KPU untuk memastikan jajarannya menindaklanjuti surat penerusan hasil pengawasan dari 16 Panwaslucam ini,” jelas Anik Ratnawati.

Dalam melaksanakan pengawasan pencermatan DPS tersebut Panwaslucam bersama PKD menyortir kegandaan, memverifiksi faktual ganda identik serta menyandingkan DPS dengan data hasil pengawasan saat tahapan coklit yang sudah diteruskan jajaran pengawas pemilihan.(Nar)

BERITA REKOMENDASI