Sukoharjo Gencarkan Tes PCR

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo terus melakukan deteksi dini penyebaran virus Corona dengan melakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) dilanjutkan test polymerase chain reaction (PCR). Pelaksanaan kedua tes tersebut digelar di rumah sakit dan puskesmas. Hasil pemeriksaan diketahui untuk test PCR 61 persen positif dan RDT 26 persen reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Selasa (20/07/2021) mengatakan dasaran test seperti orang yang sedang menjalani isolasi mandiri, kontak erat dan masyarakat umum. Kegiatan dilaksanakan secara menyeluruh disemua wilayah di Kabupaten Sukoharjo di rumah sakit dan puskesmas.

Pelaksanaan test RDT dan PCR secara massal sering dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo. Hasil dari tes tersebut ditindaklanjuti sebagai bagian dari pemetaan sebaran virus Corona di Kabupaten Sukoharjo maupun penanganannya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat hingga 18 Juli 2021 diketahui jumlah pemeriksaan RDT yang telah dilakukan sampai dengan Minggu yang lalu sebanyak 57.478 orang. Sedangkan yang telah dilakukan minggu ini 4.120 orang. Jumlah total yang telah di RDT sebanyak 61.598 orang. Hasil pemeriksaan diketahui 26 persen reaktif rate.

Jumlah pemeriksaan PCR yang telah dilakukan sampai dengan minggu yang lalu 42.316 orang, yang telah dilakukan minggu ini 288 orang, jumlah total yang telah di PCR 42.603 orang. Hasil pemeriksaan diketahui 61 persen positif rate. “Jumlah total yang telah di PCR 42.603 orang. Hasil pemeriksaan diketahui 61 persen positif rate,” ujarnya.

Yunia Wahdiyati mengatakan, jumlah kasus kumulatif virus Corona sampai dengan 18 Juli 2021 yang berdomisili di Kabupaten Sukoharjo sebanyak 10.192 kasus. Rinciannya, konfirmasi virus Corona dengan gejala jumlah ditemukan 5.854 kasus atau bertambah 600 kasus, jumlah kasus aktif 654 kasus dengan rincian, 120 kasus rawat inap, 533 kasus isolasi mandiri, isolasi di rumah terpusat 1 kasus. Jumlah meninggal dunia 606 kasus atau bertambah 49 kasus, jumlah sembuh 4.594 kasus atau bertambah 514 kasus.

Konfirmasi virus Corona tanpa gejala jumlah ditemukan 3.328 kasus atau bertambah 142 kasus, jumlah kasus aktif 62 kasus dan sedang menjalani isolasi mandiri, jumlah sembuh 3.266 kasus atau bertambah 148 kasus. Dari data tersebut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat dalam sepekan terakhir ada penambahan akumulatif kasus positif virus Corona baru sebanyak 742 kasus dengan rincian 600 kasus positif virus Corona dengan gejala dan 142 kasus positif virus Corona tanpa gejala.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo mencatat data suspek jumlah ditemukan 1.790 kasus, jumlah kasus aktif 205 kasus dengan rincian, isolasi mandiri 15 kasus, rawat inap rumah sakit 190 kasus. Jumlah meninggal 27 kasus, jumlah selesai isolasi 778 kasus, bukan virus Corona 780 kasus dengan penjelasan jumlah hasil swab negatif 770 kasus dan jumlah dengan diagnosa akhir penyakit lain 10 kasus.

Data kontak erat jumlah ditemukan 17.825 kasus, isolasi mandiri 2.029 kasus dan selesai pemantauan 15.969 kasus. “Status Kabupaten Sukoharjo hingga saat ini masih zona merah atau tingkat risiko tinggi penularan virus Corona,” ujarnya.

Distribusi kasus positif virus Corona menurut umur rata-rata berusia dewasa atau produktif yaitu umur 40,40 tahun atau kurang lebih 18.218 dengan usia termuda pada bayi baru lahir dan usia tertua 100 tahun. Berdasarkan kelompok umur tertinggi pada usia dewasa 26-59 tahun sebanyak 5.722 kasus atau 62,3 persen, sedangkan pada usia rawan ada 51 kasus pada bayi atau 0,6 persen, 215 kasus balita atau 2,3 persen, 562 kasus anak-anak atau 6,1 persen dan 1.328 kasus lansia atau 14,5 persen.

Berdasarkan jenis kelamin kasus positif virus Corona pada perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki. Kasus positif virus Corona pada perempuan sebanyak 4.807 kasus atau 52,4 persen, sedangkan pada laki-laki sebanyak 4.375 kasus atau 47,6 persen. (Mam)

BERITA REKOMENDASI