Sulit Dipasarkan, Harga Semangka di Kebumen Jatuh

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Kendati petani di pesisir Kebumen saat ini sudah ada yang mulai memanen semangkanya, seperti di Desa Kaibon Kecamatan Ambal Kebumen, namun harga jualnya sangat rendah, jauh di bawah harga normal. 

"Petani semangka yang panen di tengah musim penghujan kali ini harus mengalami kekecewaan karena harganya jauh di bawah harga normal. Seperti semangka kelas super yang di musim kemarau lalu bisa terjual Rp 4 ribu per kilogram, saat ini hanya terjual Rp 2 ribu hingga Rp 2,5 ribu per kilogramnya," ungkap petani sekaligus pedagang semangka Desa Wergonayan Kecamatan Mirit Kebumen, Siti Khoiriyah, di areal bongkar muat Pasar Tumenggungan Kebumen, Minggu (27/01/2019). 

Menurut Siti rendahnya harga semangka di tingkat petani tersebut bukan disebabkan jeleknya kualitas semangka, melainkan karena di musim penghujan ini buah semangka sangat sulit dipasarkan. Lesunya penjualan semangka ini menyebabkan rendahnya omset penjualan yang diperoleh pedagang selama musim penghujan.

"Meskipun budidayanya di tengah musim penghujan, namun soal kualitas semangka yang dipanen kali ini cukup bagus. Namun kendalanya adalah saat buah ini dipasarkan. Bisa jadi bila sedang turun hujan, tak ada satupun
semangka yang laku terjual. Semangka hanya laku bila cuaca sedang cerah atau tak ada hujan sama sekali," beber Siti. 

Agar tak rugi, pedagang biasanya hanya memilih semangka petani yang kualitasnya bagus agar tak mudah membusuk. Selain itu, pedagang hanya sanggup membayar semangka petani dengan harga rendah.(Dwi)

BERITA REKOMENDASI