Sulit Mencari Buruh, Mekanisasi Menguntungkan Petani

Editor: Ivan Aditya

PUWOREJO, KRJOGJA.comn- Petani padi di Kabupaten Purworejo telah memasuki musim panen. Ribuan hektare sawah di desa-desa lumbung beras sudah menguning, namun seluruhnya tidak bisa dipanen secara serentak. Petani kesulitan mencari buruh panen.

Kelangkaan buruh karena panen bersamaan dan kebanyakan anak muda yang asal desa lumbung, memilih merantau keluar kota. Selain itu, pandemi Covid-19 yang berimbas pada kebijakan pembatasan aktvitas, dinilai memberikan dampak tersendiri.

“Kami kesulitan kala mencari buruh. Ada pun sedikit, harus bergantian, padahal yang dipanen begitu luas,” ungkap petani di Desa Jenar Lor Kecamatan Purwodadi, Titik kepada KRJOGJA.com, Kamis (07/05/2020).

Padahal, sawah seluas kurang lebih 4.000 meter persegi miliknya harus segera dipanen. Keterlambatan panen, lanjutnya, bisa mengurangi kualitas gabah.

Akhirnya, Titik menerapkan pola mekanisasi pertanian dengan memanen padi menggunakan mesin combine harvester. Hanya butuh waktu kurang dari sehari, seluruh sawah miliknya selesai dipanen.

BERITA REKOMENDASI