Sumartono Ketua PMI Magelang, Jadi Ladang Pahala Baginya

MAGELANG, KRJOGJA.com – PMI Kota Magelang menggelar Musyawarah Kota (Muskot) PMI Kota Magelang di ruang sidang lantai II Sekretariat Pemerintah Kota Magelang, Kamis (7/2/2019). Dalam Muskot ini Sumartono SE MM, Inspektur Inspektorat Kota Magelang, secara aklamasi terpilih menjadi Ketua PMI Kota Magelang periode 2019-2024.

Ditemui KRJOGJA.com usai Muskot, Sumartono diantaranya mengatakan dirinya memperoleh kepercayaan Muskot PMI Kota Magelang untuk memimpin PMI Kota Magelang untuk 5 tahun mendatang, dan ini juga merupakan ladang pahala baginya. PMI merupakan kegiatan sosial kemanusiaan dalam rangka untuk kebencanaan dan ketersediaan darah maupun lainnya, dalam rangka melaksanakan UU No 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan. 

Di bidang sosial-kemanusiaan, PMI memiliki nilai strategis. Selain menjadi aset daerah, juga menjadi salah satu komponen dan armada pemda dalam menjalankan tugas operasional di bidang sosial- kemanusiaan. 

Wakil Walikota Magelang Dra Windarti Agustina saat membuka Muskot PMI mengatakan kinerja PMI harus maksimal agar bisa terus eksis menjalankan tugas pokok dan fungsinya (tupoksi). Ia berharap PMI mampu meningkatkan sinergitas dengan Pemkot Magelang.

"Saya berharap PMI semakin aktif melibatkan masyarakat, karena pada dasarnya PMI bekerja dalam basis kemandirian untuk memaksimalkan layanan kepada masyarakat," katanya.

Plt Ketua PMI Kota Magelang Mardiono diantaranya mengatakan kinerja PMI pada periode 2013-2018 sangat menggembirakan. Hampir setiap Bulan Dana PMI yang digalang hasilnya selalu di atas target.

"Bulan Dana PMI tahun 2018 lalu berhasil mendapatkan Rp 270 juta dari target sebesar Rp 250 juta. Hal ini tentu berkat kinerja semua pihak, stake holder terkait, dan dukungan dari Pemkot Magelang," katanya.

Ia berharap kepengurusan yang baru mampu melaksanakan program kerja selama lima tahun ke depan. Diantaranya meningkatkan kinerja pengurus, staf, dan relawan, semakin tanggap terhadap bencana, mencapai target bulan dana, membuat unit usaha baru, dan menjamin ketersediaan stok darah dari semua golongan darah.

"Untuk meraihnya tentu dibutuhkan semangat dan pengabdian yang tinggi dari pengurus, staff, dan karyawan yang konsisten dalam menjalankan tugasnya," katanya.

Wakil Ketua PMI Jawa Tengah Edi Susanto di forum ini berharap kepengurusan yang baru merupakan  kader yang mampu menyelesaikan segala masalah. Menurutnya di dalam sebuah organisasi PMI, yang dibutuhkan adalah 'kober' dan 'bener'.

"Kober ini berarti punya rasa memiliki. Ya, bukan berarti ketua harus ngantor 24 jam, tapi ada ketika dibutuhkan. Itu namanya kober. Lalu bener, berarti antara input dengan outputnya harus seimbang," jelasnya.(Tha)

BERITA REKOMENDASI