Survey Migrasi Lebaran, Dinkes Periksa 350 Sampel Darah

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo melaksanakan survey migrasi malaria selama lebaran 2019. Petugas memeriksa 350 sampel darah milik pemudik yang kembali ke Purworejo. Hanya satu sampel darah positif mengandung plasmodium vivax.

Pemilik sampel darah tersebut adalah warga Desa Tridadi Kecamatan Loano yang pulang merantau dari Papua. "Puskesmas setempat langsung memberi pengobatan kepada warga yang bersangkutan. Pengobatn diberikan meski pemilik sampel tidak menunjukkan gejala demam," tutur Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Purworejo dr Darus mewakili Kadinkes dr Sudarmi MKes, kepada KRJOGJA.com, Kamis (13/06/2019).

Menurutnya, survey migrasi merupakan cara paling efektif mencegah berjangkitnya malaria impor di Kabupaten Purworejo. Upaya itu dilakukan karena sejak delapan bulan terakhir tidak ada kasus malaria indegeneous atau penularan setempat di Purworejo.

Apabila ada pasien, lanjutnya, dipastikan adalah kasus impor dimana asal mula bibit penyakit dibawa perantau yang bekerja di pulau endemis di luar Jawa. "Untuk menjaga Purworejo, kami intensifkan pengawasan kepada pendatang. Dinkes buat edaran kepada desa-desa rawan malaria agar melaporkan perantau luar Jawa yang pulang kampung," terangnya.

Laporan ditindaklanjuti dengan pengecekan sampel darah. Penanganan cepan dilakukan ketika menemukan warga positif malaria, sehingga penyakit itu tidak menulari penduduk setempat. "Potensi penularan ada karena populasi nyamuk anopeles di Purworejo sangat besar. Penanganan cepat, jangan nyamuk menggigit dan menyebarkan penyakitnya," ucapnya.

Dikatakan, survey migrasi berjalan baik karena tingginya partisipasi masyarakat Purworejo. Mereka secara aktif melaporkan adanya pendatang dari luar Jawa kepada petugas kesehatan terdekat. Selain itu, ada beberapa perantau yang secara sadar mendatangi petugas kesehatan meminta cek darah. Sebagian sampel juga diperoleh dari penjaringan yang dilakukan petugas kesehatan di desa. (Jas)

BERITA REKOMENDASI