Tadah Motor Curian, Residivis Ditangkap

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Anggota Satreskrim Polres Purworejo menangkap EKB (22) warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Residivis yang sudah tiga kali masuk penjara itu nekat menadah motor curian yang diketahui milik Ipuh Apriyadi, warga Desa Popongan, Kecamatan Banyuurip Purworejo.

Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Haro Seto Liestyawan mewakili Kapolres Purworejo AKBP Indra K Mangunsong SIK mengatakan, kasu bermula dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor bebek warna biru, pada akhir Desember 2018. "Korban kehilangan motor yang dia parkir di dalam rumah kontrakan," ungkapnya kepada KRJOGJA.com, Jumat (25/01/2019).

Polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut. Keberadaan motor diketahui bukan oleh polisi, namun teman korban bernama Abdul Faqih. Tersangka terlihat mengendarai motor di jalanan wilayah Kecamatan Gebang.

Saksi menghentikan tersangka dan bertanya kepemilikan motor itu. "Tersangka menjawab kalau motor milik temanya warga Pripih Kulonprogo. Saksi mencabut kunci kontak motor dan tersangka sadar kesalahannya justru melarikan diri," tuturnya.

Saksi melaporkan kejadian ke Mapolsek Gebang dan dilanjutkan pengejaran pelaku. "Tersangka berhasil diamankan warga dan diserahkan kepada polisi," ucapnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku motor dibeli dari temannya berinisial Gan warga Kuloprogo seharga Rp 1 juta. Ia mengetahui motor merupakan barang curian dan tidak dilengkapi surat kendaraan. "Kami terus berupaya menangkap pelaku utama pencurian itu. Untuk tersangka EKB kami jerat dengan pasal 480 KUHP tentang penadahan barang curian dengan ancaman penjara paling lama empat tahun," tegasnya.

Tersanga EKB mengatakan, pembelian barang hasil curian dilakukan karena ingin memiliki sepeda motor. "Saya ingin punya motor, karena uangnya terbatas belinya barang curian yang lebih murah," ungkapnya.

Tersangka juga mengaku sudah tiga kali keluar masuk penjara karena terlibat kasus pencurian. Bahkan pemuda itu merupakan mantan anak yang berhadapan dengan hukum (ABH) dan pernah menjalani pembinaan di lembaga pembinaan khusus anak (LPKA). (Jas)

BERITA REKOMENDASI