Tahun Baru, Gas Melon Tetap Mahal

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pergantian tahun di Kabupaten Temanggung diwarnai dengan kesulitan warga mendapatkan gas bersubsidi ukuran tiga kilogram. Bilamana warga berhasilmemperolehnya, harga gas melon tersebut sudah mahal yakni menembus Rp 25 ribu per tabung.

Seorang warga Setyo mengatakan kelangkaan dan mahalnya harga gas yang disubsidi pemerintah itu dialami warga dalam beberapa minggu terakhir. Harapan warga dengan adanya penambahan pasokan membuat harga lebih murah dan mudah didapat ternyata hanya angan semata. Bahkan diawal tahun kondisi tetap sama dan justru terkesan semakin parah. "Katanya bersubsidi tetapi harga mahal dan sulit didapat," katanya, Senin (01/01/2018).

Seorang pedagang makanan di pasar Kliwon Rejo Amertani, Saroh mengemukakan kelangkaan gas tersebut sangat meresahkan dan menghambat kinerja pedagang. Pedagang yang harusnya sudah bisa memasak dan berjualan, karena kesulitan mendapatkan gas membuat tidak bisa berjualan, jika toh mendapatkan harganya pun telah naik. "Sangat merepotkan masyarakat jika kondisi tetap seperti ini,” katanya.

Dia mengatakan harusnya pemerintah telah dapat memprediksi dan mengantisipasi sehingga warganya tidak kesulitan mendapatkan gas dan harganya pun murah. Kenaikkan harga gas itu membuat pedagang harus rela merogoh uang lebih dalam dan berhitung ulang belanja. “Harga normal di pengecer paling mahal sekitar Rp 18 ribu per tabung, sekarang per tabung mencapai Rp 25 ribu,” katanya.

Panji salah satu pengecer di sekitar pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung mengatakan dirinya terpaksa menjual satu tabung gas tiga kilogram dengan harga Rp 25 ribu per kilogram, sebab dirinya mendapatkan tabung gas dengan harga Rp 22 ribu per tabung. “Dari pangkalan harganya sudah segitu, jadi saya jual Rp 25 ribu per tabung,” katanya.

Menurutnya, sejak dua bulan terakhir gas tiga kilogram memang susah didapat, biasanya dalam keadaan normal dirinya dipasok antara 10 sampai 15 tabung gas tiga kilogram. Namun saat ini hanya dipasok 8 tabung gas saja.

Itupun terangnya, tidak setiap saat dipasok, paling cepat satu pekan sekali baru dipasok 8 tabung gas. Padahal saat ini tingkat kebutuhan masyarakat akan tabung gas sangat naik.

Dia mengemukakan pada keadaan normal satu minggu dipasok dua kali jumlahnya antara 10 hingga 15 tabung sekali dipasok, namun sudah dua bulan terakhir ini paling cepat dipasok seminggu sekali itupun jumlahnya hanya 8 tabung gas saja. (Osy)

BERITA REKOMENDASI