Takmir dan Jamaah Masjid Desa Aglik Rehab RTLH

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Takmir dan jamaah Masjid Al Mutaqin serta Masjid  Al Muslimun di Desa Aglik Kecamatan Grabag Kabupaten Purworejo, berswadaya merehab rumah tidak layak huni (RTLH) di desanya. Takmir mengalokasikan dana infak untuk stimulans perbaikan rumah milik Mujahidah dan Supriyanto, dua warga kurang mampu.

Rehab RTLH dilaksanakan setelah ada informasi dari warga sekitar rumah tidak layak itu. "Lingkungan punya keinginan untuk memperbaiki rumah Bu Mujahidah dan Supriyanto, yang kondisinya memang butuh bantuan. Takmir dua masjid berkoordinasi, lalu kita bersama gotong royong memperbaiki," terang Ketua Takmir Masjid Al Muslimun Haryanto Nawawi, kepada KRJOGJA.com, Jumat (06/12/2019).

Selain menggunakan dana infak, sejumlah warga juga memberi bantuan sesuai kemampuan mereka. Anggaran tersebut diwujudkan dalam bentuk bahan bangunan. Apabila ada sisa, bahan bangunan akan disimpan di gudang masjid dan dibantukan untuk warga apabila mereka membutuhkan.

Warga kerja bakti memperbaiki rumah sasaran. "Pasukan Koramil Grabag juga membantu tenaga, terutama untuk memperbaiki rumah Mujahidah. Sebab ibu itu adalah janda veteran," tuturnya.

Selain dua rumah itu, bangunan hunian milik Endang dan Paiman juga menjadi sasaran perbaikan takmir masjid dan jamaah sepanjang tahun 2019. Takmir tidak memandang latar belakang suku dan agama dalam program perbaikan itu.

Sasaran bantuan adalah rumah yang memang belum dapat alokasi perbaikan dari pemerintah. "Bukan karena desa tidak peduli, tetapi karena terbatasnya alokasi dari pemerintah, sehingga terpaksa harus giliran. Kebetulan empat rumah itu memang butuh sentuhan," paparnya.

Anggota takmir Masjid Al Muslimun, Salman menambahkan, alokasi infak masjid untuk kegiatan sosial sudah dilaksanakan sejak tahun 2012. Infak jamaah yang terkumpul setiap sehabis salat dan kegiatan pengajian, sebagian disisihkan untuk membantu lingkungan. "Setelah kebutuhan masjid terpenuhi, sebagian dana digunakan untuk beberapa kegiatan sosial, antara lain menebus dua orang yang kesulitan bayar biaya rumah sakit, juga rehab rumah," ucapnya.

Kepala Desa Aglik Basiyo mengemukakan, swadaya takmir masjid membantu meringankan tugas desa. Desa Aglik, katanya, mendapat alokasi bantuan rehab RTLH, namun jumlahnya terbatas. Adapun empat rumah yang diperbaiki jamaah masjid, belum mendapat alokasi karena bantuan RTLH difokuskan untuk warga paling tidak mampu.

"Tahun ini kami dapat tiga rumah dari pemerintah, padahal rumah tidak layak jumlahnya lebih dari alokasi. Jadi desa buat kebijakan skala prioritas," ungkapnya.

Menurutnya, ada setidaknya tiga rumah lagi yang kondisinya sangat memprihatinkan dan belum mendapat alokasi bantuan. "Rencananya akan diselesaikan apabila tahun 2020 kembali dapat bantuan RTLH," tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI