Talud Kali Bendungan Triyagan Longsor

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Talud Kali Bendungan di Desa Triyagan Kecamatan Mojolaban longsor. Akibatnya arus lalu lintas kendaraan menjadi tersendat karena sekarang hanya setengah jembatan saja yang bisa dilintasi. Sebagai penanda longsor warga bersama perangkat desa dan Koramil Mojolaban memasang bambu dan papan.

Kepala Dusun I Desa Triyagan Kecamatan Mojolaban Mulyoto ditemui di lokasi mengatakan, posisi talud yang longsor berada di wilayah perbatasan tiga desa dalam satu kecamatan, yakni Desa Triyagan, Desa Joho dan Desa Sapen Kecamatan Mojolaban. Talud longsor dipicu karena kondisi usia bangunan yang sudah sangat lama.

Awal talud longsor terjadi pada Selasa (15/11/2016) dan puncaknya Rabu (16/11/2016) sekitar pukul 14.00 WIB saat turun hujan deras. Bagian cor beton berukuran besar longsor ke Kali Bendung bersama dengan gumpalan tanah dan batu pondasi.

“Talud ini longsor mungkin karena faktor usia sebab merupakan bangunan lama apalagi Jembatan Kali Bendungan sudah sangat lama karena peninggalan waktu masih ada penjajahan Belanda,” ujar Mulyoto kepada KRjogja.com, Kamis (17/11/2016).

Mulyoto menjelaskan, Jembatan Kali Bendungan dulunya saat penjajahan Belanda merupakan jembatan lori berupa rel kereta api yang digunakan untuk mengangkut tebu dari Mojolaban Sukoharjo ke Tasikmadu Karanganyar. Namun dalam perkembanganya rel kereta api tersebut dijadikan pondasi penompang untuk membangun jembatan permanen untuk melintas kendaraan hingga sekarang.

Longsor susulan kemungkinan bisa terjadi karena kondisi talud sekarang sangar rawan terlebih lagi saat hujan deras turun. Apabila sampai terjadi maka dikhawatirkan akan memutus akses arus lalu lintas baik antar desa maupun kabupaten. (Mam)

BERITA REKOMENDASI