Tambang Andesit Ditutup Warga, PT SBP Inginkan Mediasi

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Warga Dusun Sudimoro, Desa Bapangsari Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo bersama pemilik kuasa penjualan tanah menutup aktivitas pertambangan batu andesit PT Sekawan Bayu Perkasa (SBP), Rabu (16/1). 

Warga yang merupakan pemegang sertipikat tanah dan pemilik kuasa menuntut perusahaan melunasi proses jual beli tanah itu.

Terkait hal itu, Humas PT SBP Teguh Imam mengemukakan, perusahaan akan mencoba mengikuti keinginan masyarakat. Namun pihak manajemen juga mengambil langkah mediasi untuk mencari solusi terbaik persoalan itu.

Menurutnya, perusahaan ditarget untuk mencukupi kebutuhan andesit lapuk untuk urukan landasan pacu NYIA. "Apabila tambang berhenti, proses pembangunan NYIA pasti terganggu karena pasokan kami cukup besar. Kami coba mediasi terus dan sampai detik ini sebetulnya perusahaan sudah siap melunasi," tandasnya.

Sebelumnya, Kuasa hukum Agung Sunaryo selaku pemegang kuasa penjualan, Wahyu Baskoro mengemukakan, pihak Agung Sunaryo mendapat kuasa penjualan tanah seluas 25 – 30 hektare dari warga Bapangsari. 

Pihak pemegang kuasa, kata Agung kemudian menjual tanah tersebut kepada PT SBP.Kendati demikian, pemegang kuasa tidak mengetahui kalau perusahaan mengajukan izin tambang. 

"Kami melihat sosialisasi kepada warga atau Pak Agung tidak ada. Klien kami tidak pernah diberitahu kalau ada pengajuan izin tambang dan faktanya memang keluar IUP Operasi Produksi," terangnya. 

Agung Sunaryo menambahkan, pada umumnya perizinan baru diajukan setelah jelas pemilikan hak atas tanah, baik dibeli lunas atau sistem sewa. "Tidak ada konfirmasi dan pelunasan, tahu-tahu sudah ditambang," ucapnya.

Sebagai pemegang kuasa, Agung mengaku telah membayar penuh sebagian besar tanah yang dipercayakan kepadanya. Hanya lima bidang tanah warga yang belum lunas. Kemudian, katanya, tanah itu akan dibeli PT SBP dan prosesnya sudah pada notaris. 

"Tinggal uangnya saja dibayarkan kepada kami, lalu yang belum lunas saya lunasi. Setelah itu perpajakan diselesaikan dan perusahaan silakan lanjutkan tambangnya. Pembayaran PT SBP kepada kami masih kurang 60 persen," ungkapnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI