Tanah Ambles, Puluhan Warga Dua Desa Mengungsi

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Tanah ambles terjadi di Desa Pakem dan Wonotopo Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo. Pergerakan tanah menyebabkan rumah rusak dan 66 jiwa menjadi pengungsi.

Tanah di RT 03 RW 01 Dusun Aglik Desa Wonotopo bergerak turun mulai Senin (18/12) malam ketika hujan lebat mengguyur desa. "Namun bergerak sedikit, dampaknya tidak terlihat. Barulah saat hujan lebat turun Selasa malam, tanah ambles semakin parah," ujar korban tanah gerak, Gi Susanto (27), kepada KRJOGJA.com, Rabu (20/12/2017).

Gi Susanto dan keluarganya khawatir karena bunyi gemeretak rumah ketika tanah di bawahnya ambles terus terdengar. Gi mengaku bunyi terdengar hingga Rabu pagi. Retakan dinding semakin menganga dan bangunan juga miring.

Khawatir rumah ambruk, Gi membawa keluarganya mengungsi ke rumah kerabatnya. "Kami ketakutan karena rumah terus bunyi, kaca juga pecah. Kalau dihitung kerugian saya hampir seratus juta rupiah," tuturnya.

Sedikitnya 14 rumah terancam ambruk akibat pergerakan tanah itu. Bahkan rumah milik Gi Susanto terpaksa dibongkar karena rusak berat dan berbahaya ditinggali. Sementara 34 jiwa di dusun itu mengungsi ke Musala Al Anwar dan rumah kerabat di Wonotopo.

Bencana serupa di Dusun Gamblok Pakem menyebabkan empat rumah rusak parah. Berbeda dengan Wonotopo, tanah gerak di Pakem terjadi sejak sekitar setahun terakhir. Namun tanah terus bergerak ketika hujan lebat mengguyur wilayah itu.

Sebanyak 32 warga Dusun Gamblok mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai lebih aman. "Kalau malam atau hujan lebat, warga meninggalkan rumah. Namun siang hari mereka tetap beraktivitas seperti biasa," tutur Kasi Trantib Kecamatan Gebang Heru Sukoco SE.

Menurutnya, pengungsi membutuhkan logistik untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. "Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengirim bantuan logistik, tidak hanya sembako, namun juga alat masak dan mainan anak," ungkapnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI