Tanah Bergerak Hancurkan Rumah Warga Wonotopo

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Pergerakan tanah susulan di Dusun Aglik Desa Wonotopo Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo menghancurkan rumah Panut, Rabu (20/12/2017) malam. Tidak ada korban jiwa karena pemilik rumah menyelamatkan diri sebelum bencana.

Panut mengatakan, bencana terjadi ketika ia dan keluarganya telah mengungsi di musala dusun. "Puluhan warga menjadi pengungsi setelah terjadi pergerakan tanah pada Selasa (19/12/2017) malam, termasuk saya," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Kamis (21/12/2017).

Hujan lebat yang mengguyur desa sepanjang Rabu kembali memicu pergerakan tanah. Pergerakan tanah terpantau relawan SAR yang berjaga di dusun. Mereka mendengar suara getaran rumah dan ketika dicek, rumah Panut ambruk terseret tanah longsor.

Pergerakan tanah terjadi hingga Kamis siang. "Tanah terus bergerak ambles menuju lembah, perkiraan saya bakal lebih parah lagi kalau hujan lebat kembali turun. Padahal rumah belum sempat dibongkar, jadi sebagian material bangunan hancur," ucapnya.

Selain Dusun Aglik, bencana di Wonotopo juga terjadi di Dusun Separang dan Krajan. Akibatnya kurang lebih 524 jiwa mengungsi di balai desa dan dua musala. Pengungsi mengandalkan logistik bantuan BPBD Purworejo dan Dinas Sosial.

Kasi Kesra Wonotopo Listiyana mengemukakan, pengungsi membutuhkan bantuan logistik dan peralatan tidur. Sebagian besar warga tidak sempat membawa selimut dan alat tidur karena takut rumah ambruk. "Selain itu juga butuh obat-obatan, beberapa pengungsi mulai mengeluh sakit," tuturnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI