Tanah Retak di Sidorejo Rusak Sebelas Rumah

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO (KRjogja.com) – Bencana tanah retak terjadi di Dusun Jambean Desa Sidorejo Kecamatan/Kabupaten Purworejo. Sebelas rumah di lingkungan RT 05 RW 04 Jambean rusak pada lantai dan tembok akibat pergerakan tanah itu.

Pergerakan tanah terjadi sejak sepuluh hari terakhir. Pergerakan tanah terjadi setiap hujan deras mengguyur wilayah Sidorejo. “Sekarang ada sekitar sembilan retakan dengan panjang masing-masing antara 50 – 100 meter,” ungkap Muh Adnan, Kaur Kesra Desa Sidorejo, kepada KRjogja.com, Rabu (30/11/2016).

Retakan yang muncul memiliki lebar 2 – 10 sentimeter. Namun pada beberapa bagian, tanag mulai ambles. Tanah bergerak menuju lembah di sisi utara dusun itu.

Rumah rusak terdata milik Mangun Pawiro, Tumino, Mujilan, Khotimah, Cokro Wirejo, Sunaryanto, Kusyono, Mulyono, Haryanti, Suparman dan Rodiyah. Selain merusak sebelas rumah, bencana juga mengancam sedikitnya 12 rumah lainnya.

Menurutnya, jumlah warga yang terancam bencana longsor sebanyak 87 jiwa. “Mereka sekarang hidup dalam kekhawatiran, apalagi hujan deras turun hampir setiap hari. Sejak kejadian retak seminggu lalu, saya sudah tiga kali mengumumkan kewaspadaan longsor di musala dusun,” terangnya.

Warga Jambean Mujilan mengatakan, lantai dan dinding rumahnya pertama kali mengalami retak sekitar sepuluh hari lalu, bersamaan turunnya hujan deras. Retakan dibiarkan karena ketika muncul baru selebar kurang dari setengah milimeter.

Namun Mujilan mengaku kaget ketika retakan semakin lebar setiap hari. “Sekarang lebar retakan sampai lima sentimeter, bahkan tembok dapur sudah nyaris runtuh. Saya khawatir dan rumah pun dikosongkan,” tuturnya.

Mujilan berharap pemerintah segera mengatasi ancaman bencana di Sidorejo. “Kami bingung harus apa, seandainya pindah juga tidak tahu mau kemana. Kami minta pemerintah mengangani masalah itu,” tegasnya.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sigit Ahmad Basuki mewakili Kepala BPBD Drs Boedi Hardjono mengatakan, pihak BPBD berencana menyalurkan bantuan bronjong untuk mengurangi risiko bencana. “Kami juga minta warga untuk secepatnya menutup retakan tanah sehingga tidak menjadi jalan masuk air hujan,” tandasnya. (Jas)

BERITA REKOMENDASI