Tanak Liat Langka, Pabrik Genteng Andalkan Tandon Bahan Baku

KEBUMEN, KRJOGJA.com – Tanah liat sebagai bahan baku genteng di Kebumen kini persediaannya di alam semakin langka. Agar bisa berproduksi secara rutin, sejumlah pabrik genteng di Kebumen kini lebih mengandalkan tandon tanah liatnya sebagai bahan baku genteng yang diproduksinya.

"Sudah satu tahun terakhir ini pabrik kami tak pernah membeli tanah liat untuk pembuatan genteng, karena kami hanya memanfaatkan tandon tanah liat ini sebagai bahan bakunya," ungkap mandor atau pengawas produksi sebuah pabrik genteng di Desa/Kecamatan Pejagoan Kebumen, Salimin, Minggu (13/01/2019).

Menurut Salimin fenomena kelangkaan tanah liat yang merupakan bahan baku genteng sebenarnya sudah mulai dirasakan oleh para pemilik pabrik genteng Kebumen sejak tahun 2000 lalu. Penyebab kelangkaan adalah akibat beroperasinya ratusan pabrik genteng di Kebumen selama puluhan tahun yang menguras deposit tanah liat di berbagai lokasi penambangan. 

"Saat itu banyak lokasi penambangan tanah liat berbagai desa di Kecamatan Kebumen, Pejagoan, Sruweng, Klirong dan Petanahan yang persediaan tanah liatnya habis dan hanya menyisakan lubang-lubang besar saja. Sejak itu, pabrik kami membuat tandon tanah liat untuk berjaga-jaga jika suatu saat tanah liat benar-benar habis," tutur Salimin.

Salimin menunjukkan lokasi penimbunan atau tandon tanah liat yang berada di samping tobong genteng tempatnya bekerja. Sejak tahun 2017 lalu pemilik pabrik sudah menghentikan pembelian tanah liat dan hanya menggunakan tandon tersebut sebagai bahan baku genteng. 

"Pembuatan tandon atau stok tanah liat memang sering dilakukan dilakukan oleh beberapa pemilik pabrik genteng. Namun seberapa banyak tanah liat yang ditandon tergantung modal yang dimilikinya," ujar Slamet, pemilik pabrik genteng di Kewayuhan, Pejagoan, Kebumen.(Dwi) 

BERITA REKOMENDASI