Tanggul Bendung Pekatingan Ambles, Butuh Terancam Banjir

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Tanggul Bendung Pekatingan di Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo ambles sepanjang sepuluh meter. Sedikitnya lima desa di Kecamatan Butuh terancam banjir limpasan Sungai Bedono.

 

Tanggul tepi saluran intake Pekatingan Kiri dengan ketinggian enam meter ambles diduga karena tergerus air irigasi dan digerogoti ketam. "Tidak ada hujan, debit air sungai juga normal, tiba-tiba saja tanggul ambles," ungkap Sugiyarto, petugas Bendung Pekatingan, menjawab pertanyaan KRjogja.com, Selasa (19/7).

Kejadian tersebut dilaporkan petugas bendung kepada Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Yogyakarta. Pihak balai memerintahkan petugas dan sejumlah warga untuk memperbaiki tanggul secara darurat.

Koordinator lapangan (Korlap) BBWSO Yogyakarta, Dani mengatakan, selain berpotensi menjadi penyebab banjir, tanggul jebol juga rawan mengganggu fungsi sistem irigasi itu. Ratusan hektare sawah di sejumlah desa Kecamatan Butuh memanfaatkan air dari saluran Pekatingan Kiri.

Pihak balai memprioritaskan penanganan tanggul bendung itu karena kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi. Pihak balai menyiapkan 250 karung plastik. "Untuk penanganan darurat dilakukan dengan karung plastik, perkiraan akan selesai selama tiga hari," ujarnya.(Jas)

 

BERITA REKOMENDASI