Tanpa Sebab Suroto Memilih Mengurung Diri di Kamar Sejak Tahun 2010

MAGELANG, KRJOGJA.com – Suroto (40) warga Dusun Keron, Desa Krogowanan, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang memilih untuk tinggal di sebuah kamar ukuran 2 kali 3 meter yang ada di salah satu sudut rumah orangtuanya. Di dalam kamar itu dirinya tidak mau berbicara dan hanya berbaring di atas tempat tidur yang terbuat dari anyaman bambu dengan posisi kedua mata terpejam.

Sujono, salah satu tetangganya, kepada wartawan yang menemuinya, Minggu (5/7/2020), mengatakan hal seperti itu tidak hanya dilakukan sehari atau dua hari, tetapi dilakukan sejak erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lalu. “Sebelumnya kamar yang ditempati bukan yang sekarang ini, tetapi di lokasi lain. Karena bangunan kamar tersebut roboh akibat lapuk di beberapa bagian kayunya, dia (Suroto) sejak beberapa bulan lalu memilih tinggal kamar yang ditempati sekarang ini,” jelasnya.

Didampingi salah satu kakak kandung Suroto, Gathuk Susanto, Sujono mengatakan kalau kondisi Suroto sebelumnya tidak seperti sekarang ini. Aroma tidak sedap tercium dan rambut kepalanya yang panjang serta gimbal, sehingga bisa menjadi gatal kepalanya. Kuku jari tangan dan kakinya juga panjang.

“Beberapa hari lalu rambut kepalanya sudah dipotong dan mau dimandikan menggunakan air hangat, sehingga kelihatan lebih bersih. Pakaian yang dikenakan juga sudah diganti, termasuk kain sarung yang dikenakan. Kuku jari tangan dan kakinya juga sudah dipotong. Sekarang tampak lebih terawat lah,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI