Target PAD Pariwisata Purworejo Terlampaui

PURWOREJO, KRJOGJA.com -Target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Purworejo tahun 2019 terlampaui. Seluruh objek wisata di wilayah itu menyumbang PAD Rp 1,57 miliar, sedangkan APBD menargetkan pendapatan Rp 1,43 miliar.

 Kolam Renang Artha Tirta menjadi penyumbang pendapatan paling banyak, yakni mencapai Rp 884 juta. Padahal target kolam renang hanya dipatok Rp 609 juta. "Realisasi kolam renang mencapai 145 persen dari target. Pemasukan kolam renang menolong terpenuhinya target pendapatan," ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dinparbud) Kabupaten Purworejo, Agung Wibowo AP, kepada KRJOGJA.com, Minggu (5/1).
 

Selain itu, pendapatan wisata religi Geger Menjangan dan Museum Tosan Aji juga melampaui target. Namun, pendapatan beberapa objek meleset dari target yang ditetapkan pada APBD murni maupun perubahan. Objek wisata yang tidak memenuhi target pendapatan antara lain Pantai Jatimalang atau Dewa Ruci di Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi. Pantai itu menyumbang pendapatan Rp 547 juta, sedangkan targetnya Rp 656 juta.

Menurutnya, tidak terpenuhinya target karena terjadi polemik terkait bagi hasil retribusi tiket antara pemkab dengan pemerintah desa (pemdes). Polemik berimbas pada tidak ditariknya retribusi objek wisata selama hampir empat bulan.

Pembebasan retribusi oleh pihak desa, lanjutnya, tidak berimbas pada kunjungan wisata di Jatimalang. "Situasi tetap kondusif, pantai ramai dikunjungi. Ada situasi itu, kami terus lakukan pendekatan hingga ada kesepakatan antara pemkab dengan pemdes. Loket retribusi kembali dibuka 24 Desember 2019," terangnya.
 

Namun, sisa waktu delapan hari hingga 31 Desember 2019, tidak mampu mengangkat capaian pendapatan, kendati ada lonjakan pengunjung. "Posisi capaian pendapatan saat loket mulai dibuka baru 81,5 persen, untuk seratus persen pada 31 Desember memang sangat sulit," tuturnya.(Jas)
 

BERITA REKOMENDASI