Target Produksi Kedelai Purworejo Gagal Terpenuhi

Editor: KRjogja/Gus

PURWOREJO (KRjogja.com) – Target produksi komoditas kedelai di Kabupaten Purworejo tahun 2016 gagal terpenuhi. Pemerintah pusat menargetkan budidaya kedelai pada lahan seluas 3.000 hektare, hanya hanya terealisasi 1.877 hektare.

 

Tidak terpenuhinya luasan tanam karena terjadi pergeseran jenis komoditas yang dibudidayakan petani. "Sebagian petani sentra kedelai mulai beralih menanam kacang hijau," ungkap Ir Eko Anang SW, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Purworejo, mewakili Kepala DPPKP Ir Dri Sumarno, kepada KRjogja.com, Jumat (30/9).

Menurutnya, petani menanam kacang hijau karena harga jual yang lebih mahal. Setiap kilogram kacang hijau di tingkat petani laku terjual Rp 15.000 – Rp 16.000. Selain itu, budidaya kacang hijau dianggap mudah. Luas tanam kacang hijau di Purworejo mencapai 1.200 hektare dan terpusat di Kecamatan Pituruh. "Memang budidaya kacang hijau semakin populer, luasan tanam setiap tahun bertambah," ujarnya.

Selain itu, budidaya kedelai juga terancam kondisi cuaca. Hujan yang terus turun sepanjang kemarau menyebabkan genangan di lahan budidaya. Lahan seluas 1.236 hektare di Pituruh, Butuh dan Grabag terendam air. "Kalau tanaman sudah keluar polong, akan bertahan sampai panen meski produksinya jatuh. Namun tanaman muda, maksimal bertahan dua minggu jika lahannya tergenang air," terangnya.

Produksi kedelai pada lahan terendam diperkirakan dibawah satu ton perhektare. Padahal pada kondisi ideal, setiap hektare lahan kedelai mampu menghasilkan 1,7 hingga 2 ton biji. (Jas)

 

BERITA REKOMENDASI