Tari Kolosal Puncaki Peringatan Hari Disabilitas Internasional

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Tari kolosal yang dimainkan puluhan penyandang disabilitas menjadi pemuncak peringatan Hari Disabilitas Internasional, yang digelar di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual, Rabu (11/12/2019).

Tari kolosal menceritakan proses rehabilitas dan terapi sosial yang diterima saat mereka berada di balai besar rehabilitasi, panti sosial dan sekolah luar biasa, sehingga dapat mandiri dalam berkehidupan. Tarian itu tergambar bagaimana mereka berlatih untuk membersihkan diri, belajar di bidang ilmu pengetahuan dan keterampilan seperti dibidang pertanian, kerajinan dan memasak.

Ketua Panitia penyelenggara Proboretno mengatakan peserta puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional di BBRSPDI mencapai 150 disabilitas, yang berasal dari sekitar 15 panti rehabilitasi dan SLB di Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur.

"Mereka memperagakan tari kolosal dan pentas seni lain untuk menujukkan bahwa mereka juga dapat berkesenian, mereka telah berlatih serius untuk pertunjukkan ini," katanya. Ditambahkan mereka juga pentas kesenian tradisional seperti topeng irang, kuda lumping, pantomim dan boyband.  

Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BBRSPDI) Murhardjani mengatakan peringatan Hari Disabilitas Internasional sebagai moment terbaik bagi penyandang disabilitas untuk menunjukkan potensi dan prestasi diri.

"Jangan ada diskrimiminasi bagi penyandang disabilitas, tetapi mereka juga harus menunjukkan prestasi," katanya.

Pj Sekda Kabupaten Temanggung Budi Susanto mengatakan di Indonesia ada sekitar 30 juta penyandang disabilitas, pemerintah telah berusaha memberikan pelayanan. Setelah dilatih di balai, mereka disalurkan pada dunia kerja. "Kami terus berusaha meningkatkan pelayanan dan memberikan yang terbaik bagi penyandang disabilitas," katanya.(Osy)

BERITA REKOMENDASI