Tata Kelola Arsip Lemah, Aset dan Informasi Sejarah Terancam

Editor: KRjogja/Gus

WONOSOBO (KRjogja.com) – Tata kelola arsip di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dinilai masih lemah atau belum ideal. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) bidang kearsipan, serta keterbatasan sarana dan prasarana, ditengarai menjadi penyebab tidak maksimalnya pengelolaan arsip-arsip penting milik Pemkab Wonosobo.

 

“Pengelolaan arsip di banyak OPD di lingkungan Pemkab Wonosobo saat ini masih jauh dari ideal. Bahkan sering terjadi kesulitan menemukan arsip-arsip lama yang bernilai sangat penting. Akibatnya pekerjaan menjadi terhambat dan tidak optimal,” jelas Sapto Pamungkas, Arsiparis Muda dari Kantor Arpusda Wonosobo, Kamis (3/11).

Selain keterbatasan SDM, lanjutnya, belum idealnya tata kelola arsip di Wonosobo juga disebabkan pada kurangnya jaminan kesejahteraan SDM kearsipan dan lemahnya pengawasan kearsipan. Untuk itu, demi memperbaiki kekurangan tersebut, perlu segera dibuatkan payung hukum, seperti membuat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang penyelenggaraan kearsipan.

Menurut Sapto, penataan arsip secara baik dan benar akan sangat penting karena tidak sedikit di antara arsip-arsip tersebut memiliki nilai tinggi bagi pemerintah. Bahkan ketidakmampuan mengelola kearsipan di lingkup Pemkab Wonosobo bisa berakibat sangat fatal, seperti potensi kehilangan aset atau bahkan kehilangan informasi-informasi bernilai sejarah.

“Dengan adanya usulan Raperda tentang penyelenggaraan kearsipan tersebut, maka akan sangat positif terhadap upaya memperbaiki tata kelola kearsipan di jajaran Pemkab Wonosobo,” paparnya. (Art)

 

BERITA REKOMENDASI