Tatib dan Kode Etik DPRD Temanggung Ditetapkan

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Tata tertib dan kode etik harus ditaati oleh anggota DPRD Kabupaten Temanggung. Sebuah aturan dibuat bukan sebagai pajangan atau untuk menakut-nakuti, melainkan harus dijalankan.  

"Anggota dewan harus patuhi aturan, tata tertib dan kode etik," kata Wakil Katua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo, yang jadi juru bicara Fraksi Golkar pada sidang paripurna penetapan tata tertib DPRD, Senin (21/10).

Dikatakan Badan Kehormatan harus tegas dalam menindak anggota dewan yang melanggar aturan terutama kode etik. Jangan tebang pilih dalam menegakkan aturan. Jika itu terjadi, keberadaan Badan Kehormatan akan percuma.

"Kami juga minta segera dibuat tata beracara, sebab itu adalah alat yang dipakai Badan Kehormatan," katanya, pada sidang yang dipimpin Ketua DPRD Yunianto tersebut.

Juru Bicara Fraksi Gerindra, Chakim mengatakan  tata tertib dan kode etik sebagai aturan resmi agar tercipta suasana kondusif di lingkungan DPRD serta tetap tegaknya kedisiplinan anggota. " Aturan diharapkan untuk memaksimalkan kinerja  anggota DPRD," katanya.

Dia mengatakan fraksinya berpendapat frasa cheks and balance di tata tertib harusnya dirubah menjadi mengembangkan sistem saling mengawasi dan mengontrol antara DPRD dan Pemerintah daerah. "Frasa cheks and balance juga harus dirubah sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia atau dimasukkan dalam penjelasan," katanya. (Osy)

BERITA REKOMENDASI