Temanggung Larangan Penyelengaraaan Salat Idul Fitri di Zona Orange

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Temanggung melarang penyelenggaraan sholat idul fitri dan kegiatan silaturahim di lingkungan di zona orange dan merah. Sedangkan di zona hijau dan kuning diperbolehkan dengan ketentuan ketat.

Sekretaris II Satgas Covid-19 Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono mengatakan penentuan zonasi dilakukan oleh Satgas Tingkat Desa/Kelurahan berdasarkan data perkembangan angka kasus Covid-19 dilakukan di tingkat RT. “Zonasi ditetapkan Senin mendatang, namun perkembangan zonasi per hari akan akan diumumkan sampai malam lebaran. Jika ada perkembangan zonasi akan segera disampaikan ke masyarakat, ” kata Djoko Prasetyono, Jumat (07/05/2021).

Dia mengatakan pelaksanaan sholat idul fitri hanya boleh dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka di wilayah rukun tetangga (RT) yang diatur dalam PPMK Mikro berada di zobasi hijau dan kuning, bagi masjid dan lapangan terbuka yang berada di zonasi orange dan merah dilarang menyelenggarakan sholat idul fitri. “Pembatasan jamaan sholat idul fitri dilakukan dengan jumlah jamaah, maksimal 50 persen dari kapasitas masjid dan lapangan terbuka,” kata dia.

Pelaksanaan kegiatan silaturahim, saling berjunjung dan sejenisnya disampaikannya, dilakukan dengan ketentuan, dilarang di wilayah zonasi orange dan merah yang diatur dalam PPKM Mikro sedangkan di RT zonasi hijau dan kuning diperbolehkan dengan syarat silaturahim hanya boleh dilaksanakan di dalam satu desa.

“Saat kegiatan silaturahim, saling berkunjung antar desa, saat silaturahim untuk tidak saling bersalaman atau berpelukan. Pejabat dan tokoh dilarang open house, halal bi halan ataupun pengajian akbar,” kata dia.

Dia meminta pada semua pihak untuk mentaati protokol kesehatan demi pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19. Saat ini kasus aktif Covid-19 di Temanggung sebanyak 65 orang, menjalani isolasi mandiri 48 orang dan dalam perawatan di Rumah sakit 17 orang. (Osy)

BERITA REKOMENDASI