Temanggung Miliki 253 Kampung Siaga Candi

Editor: Ivan Aditya

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Polres Temanggung telah membentuk tidak kurang dari 253 Kampung Siaga Candi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah hukumnya. Diharapkan, 36 desa/kelurahan yang belum, dapat terbentuk sebelum akhir September, sehingga 289 desa/kelurahan yang ada di kabupaten tersebut semuanya telah menjadi Kampung Siaga Candi.

“Program Kampung Siiaga Candi diharapkan mampu untuk mencegah penularan Covid-19, dan meredakan Pandemi Covid-19 di Temanggung,” kata Kasat Binmas Polres Temanggung Iptu Sri Suryani, disela lounching Kampung Siaga Candi di Desa Badran, Rabu (23/09/2020).

Dia mengemukakan setelah Kampung Siaga Candi terbentuk kemudian akan melombakannya, atau mengadakan penilaian untuk memotivasi masyarakat. Penilaian pada sisi ketahanan kesehatan, ketahanan pangan, ketahanan sosial ekonomi dan inovasi. “Kampung Siaga Candi juga sebagai upaya pengamanan dan pencegahan penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Dikatakan dalam ketahanan kesehatan desa, setiap desa mempunyai standar operasional prosedur. Jika ada warga yang masuk wilayah desanya misalnya, mereka mengetahui yang harus dilakukan. Warga mengetahui bagaimana cara berbuat jika ada warga terkena Covid-19 atau meninggal karena Covid-19. Termasuk bagaimana menangani warga yang melakukan isolasi.

“Masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan, dengan melakukan 3M, yakni mencuci tangan, menggunakan masker, dan menjaga jarak serta ditambah lagi menghindari kerumunan,” kata dia.

Dijelaskan untuk ketahanan sosial ekonomi, yang harus ada adalah di desa tersebut tidak ada kekurangan makan karena sudah ada budidaya pertanian yang cukup memadahi, termasuk peternakan dan perikanan.

Begitu juga ketersediaan dapur umum untuk membantu warga yang membutuhkan makanan. Di desa tersebut ada UMKM tidak, kaitannya dengan masyarakat bisa mendapatkan tambahan penghasilan keluarga.

Untuk ketahanan di bidang keamanan, terangnya paling tidak di desa tersebut aman, ada portalnya, ada CCTV, masyarakat bisa menyelesaikan permasalahan secara internal.

Kades Badran Norpimansah mengatakan persiapan untuk penilaian Kampung Siaga Candi mewakili Kecamatan Kranggan ini tidak begitu signifikan karena memang warga sudah biasa dengan pencegahan penyebaran Covid-19. “Untuk menghadapi Covid-19 ini harus tawakal dengan memaki masker, cuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak. Setelah itu diserahkan pada Tuhan,” kata dia,

Dia berharap melalui program Kampung Siaga Candi mudah-mudahan Desa Badran bisa menjadi contoh desa yang lain dalam penanganan Covid-19. (Osy)

BERITA REKOMENDASI