Temanggung Sokong Swasembada Nasional Bawang Putih

Editor: KRjogja/Gus

TEMANGGUNG (KRjogja.com) – Kabupaten Temanggung menjadi andalan pemerintah pusat sebagai penyokong utama komoditas bawang putih pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok Timur. Maka itu petani di kabupaten tersebut harus mengambil kesempatan dengan peningkatan produksi dan kualitas sebab akan berdampak peningkatan kesejahteraan.

 

"Bawang putih tidak mengenal musim, bencana di Lombok Timur membuat produksi didaerah tersebut turun. Pemerintah pusat berharap banyak, petani di Kabupaten Temanggung dapat memenuhi permintaan pasar bawang putih," kata Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Temanggung, Masrik Amin, ditemui disela pertemuan koordinasi dan pembinaan  kawasan bawang putih , Selasa (23/10).

Dia mengatakan pemerintah pusat menetapkan 17 kabupaten sebagai sentra pertanian bawang putih. Kabupaten Temanggung dan Lombok Timur sebagai daerah yang memiliki lahan terluas bawang putih. Di lahan itu juga ditanam bawang untuk pembibitan.

Di Temanggung, katanya, pada 2016 luas lahan bawang putih mencapai 350 haktare, pada 2017 meningkat menjadi 1170 hektare sedangkan pada 2018 ditarget mencapai 1930 hektare. Lahan itu tersebut dihampir semua kecamatan, yang diantaranta Kledung, Tretep, Bejen, Gemawang, Parakan,  Selopampang, Jumo dan Kedu.

Produktivitas bawang putih, terangnya, mencapai 10 ton per hektare, yang 5 persennya adalah bawang tunggal ( lanang ). Harga bawang tunggal ini Rp 100 ribu per kg, sehingga hasilnya bisa untuk menutup biaya produksi. Harga bawang konsumsi sendiri Rp 35 ribu per kg dan bawang bibit Rp 45 ribu per kg.

Dikatakan 95 persen bawang putih di Indonesia masih impor, yang diantaranya dari Cina. Pemerintah mentarget pada 2022 dapat swasembada bawang putih. Guna mencapai target itu, sejak beberapa tahun lalu menggenjot pertanian bawang putih. Tidak lagi impor bawang putih akan berdampak pada mampu mengendalikan inflasi, mengurangi devisa terutama pada pembiayaan impor dan dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Pj Sekda Kabupaten Temanggung Suyono mengatakan program budidaya bawang putih sebagai salah satu andalan dari Pemkab Temanggung sehingga hasilnya meningkat dari tahun ke tahun. Petani selaku pelaku budidaya bawang putih mendapat bantuan seperti sarana dan prasarana maupun pembenihan. " Kami targetkan kedepan petani bisa mandiri, " katanya.

Dia mengatakan bawang putih sebagai salah satu komoditas andalan di Temanggung kedepan penanamannya tidak hanya di dataran tinggi, melainkan ke dataran sedang dan rendah sehingga semua petani bisa merasakan hasilnya dan benar-benar bisa swasembada.

Petani bawang di desa Tretep Kecamatan Tretep Yamuhadi mengatakan kendala utama penanaman bawang saat ini adalah cuaca. Hingga Oktober ini belum turun hujan, sehingga penanaman mundur dan diperkirakan pada November mendatang ketika sudah turun hujan. Untuk hasil bawang sendiri menjanjikan. " Kami panen pada 8- 10 ton per hektare, harga pada Rp 30 ribu per kilogram," katanya. (Osy)

 

 

BERITA REKOMENDASI