Temuan Penularan Corona, Tiga Balai Desa di Sukoharjo Ditutup

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tiga balai desa terpaksa ditutup sementara setelah ditemukan ada kasus penularan virus corona terhadap kepala desa dan perangkat. Ketiganya masing masing Balai Desa Langenharjo, Kecamatan Grogol, Balai Desa Kwarasan Kecamatan Grogol dan Balai Desa Godog, Kecamatan Polokarto. Pelayanan masyarakat tetap berjalan dengan dialihkan dari rumah.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo Yunia Wahdiyati, Rabu (11/11/2020) mengatakan ada temuan kasus penularan virus corona terjadi pada kepala desa dan perangkat dan kondisi tersebut membuat balai desa dilakukan penutupan sementara. Pelayanan masyarakat terpaksa dialihkan tidak lagi di kantor melainkan dari rumah.

Penutupan dilakukan selama satu minggu kedepan sambil menunggu perkembangan penanganan kasus penularan virus corona diketiga desa. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo menemukan kasus penularan virus corona setelah melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa dan perangkat.

Hasil tes swab menunjukan positif dan langsung dilakukan penanganan terhadap pasien termasuk penutupan sementara balai desa. Usai temuan tersebut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo juga melakukan pelacakan kontak erat dan pemeriksaan lanjutan berupa tes swab, total sudah ada puluhan orang diperiksa dan tinggal menunggu hasil tes swab.

“Penutupan balai desa sifatnya sementara setelah ada temuan kasus penularan virus corona. Kami telah melakukan pelacakan kontak erat dan tes swab. Sekarang tinggal menunggu hasil,” ujarnya.

Tiga balai desa yang ditutup sementara juga telah dilakukan penanganan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Sukoharjo berupa penyemprotan disinfektan. Langsung tersebut dimaksudkan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penularan virus corona kembali.

Camat Grogol Bagas Windaryatno mengatakan selama penutupan pelayanan masyarakat masih tetap berjalan dengan dialihkan ke rumah masing masing perangkat desa. Dengan demikian maka roda pemerintahan tetap bisa berjalan. “Kami tetap ingatkan untuk wajib menerapkan protokol kesehatan sebab sudah ada temuan kasus di dua desa tersebut,” lanjutnya. (Mam)

BERITA REKOMENDASI