Terbuka Peluang Jatimalang Dapat Bantuan Keuangan Khusus

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Jajaran Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Perdesaan (Dinpermades) Kabupaten Purworejo berkunjung ke Desa Jatimalang Kecamatan Purwodadi. Mereka mengajak pemdes berdiskusi tentang penurunan bagi hasil retribusi dan regulasi yang mengaturnya. 

Kepala Dinpermades Purworejo Agus Ari Setiyadi mengatakan, diskusi berlangsung dengan baik dan penub keterbukaan. Pihak desa menyampaikan keluhan terkait penurunan bagi hasil pajak daerah dan retribusi daerah (PDRD). "Kami jawab dan sampaikan regulasinya, desa bisa memahami," ujarnya kepada KRJOGJA.com, Minggu (8/9/2019). 

Menurutnya, pemkab tidak bisa memberi bagi hasil 30 persen karena tidak ada dasar hukumnya. Perda 02/2012, katanya, dicabut karena bertentangan dengan PP 43 yang mengatur bagi hasil pajak minimal 10 persen dan retribusi 10 persen. 

"Perda 02/2012 beda rumusannya, karena ketika itu aturannya bagi hasil retribusi adalah sebagian untuk desa, tidak ada persentasenya, sehingga kabupaten menentukan besaran 30 persen. Tapi sekarang kebijakan itu bertentangan dengan PP 43 / 2015," terangnya.

Kendati demikian, Desa Jatimalang tetap berpeluang mendapat alokasi anggaran lewat mekanisme bantuan keuangan bersifat khusus. Bantuan itu bisa menjadi pos pendapatan baru desa tanpa menghapus besaran bagi hasil retribusi wisata.

Pemdes, lanjutnya, dapat mengakses bantuan itu dengan mengajukan proposal kepada bupati lewat Dinpermades Purworejo. "Silakan ajukan proposal karena kalau bantuan khusus diperbolehkan dan ada landasan hukumnya," paparnya.

Apabila disetujui, bupati akan menerbitkan peraturan (perbup), dan bantuan dapat dicairkan mulai tahun anggaran 2020. "Desa bisa menerima mekanisme itu dan kesimpulannya kemarin, pemdes akan segera menindaklanjuti," tandasnya.(Jas)

BERITA REKOMENDASI