Tergerus Arus Sungai Bagian Belakang Lima Rumah Warga Ambrol

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO (KRjogja.com) – Sebanyak lima rumah di Dukuh Butulan Baru RT 5 RW 23 Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura pada bagian belakangnya ambrol akibat tergerus derasnya arus sungai saat hujan deras turun. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut, pemilik rumah hanya menderita kerugian materi saja.

 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Suprapto, Minggu (27/11) mengatakan, hujan deras membuat arus sungai yang melintas di Butulan Baru, Makamhaji, Kartasura sangat deras. Akibatnya talud pengaman ambrol dan berimbas pada robohnya tembok dan bangunan bagian belakang rumah. Posisi kelima rumah warga berada di pinggir sungai sehingga tidak bisa terhindar dari bencana.

“Sudah kami data dan ada lima rumah yang jadi korban. Kelimanya yakni Ardi, Eka, Hemran, Purfendi dan Andri,” ujar Suprapto.

Yatmi (50) orang tua pemilik rumah Eka Purnomo (30) mengatakan, bagian belakang rumah anaknya meliputi tembok dan dapur sepanjang 1,5 meter ambrol ke sungai. Selain itu beberapa peralatan memasak seperti kompor dan lainnya juga ikut hanyut ke sungai.
“Saat kejadian saya mampir ke rumah anak saya dan berada di dapur untuk memasak. Tiba tiba bangunan ambrol ke sungai dan saya langsung lari ke depan menyelamatkan diri bersama anak saya,” ujar Yatmi.

Yatmi mengatakan usai kejadian masih gemetar karena teringat rumah anaknya yang ambrol ke sungai. Beruntung pada saat kejadian Yatmi mengaku tidak berada pada bagian rumah yang ambrol. “Akhir akhir ini debit air tinggi dan arus deras karena sering hujan deras. Saya berharap ada bantuan dari pemerintah untuk memperbaiki rumah,” lanjutnya.

Yatmi mengatakan, khawatir terhadap kondisi rumah anaknya karena rawan terjadi longsor susulan. Sebab posisi sekarang bagian belakang rumahnya terus tergerus derasnya arus air sungai.  Warga lainnya Ardi Wilianto (55) mengatakan, hanya bisa pasrah rumahnya rusak karena ambrol akibat tergerus arus sungai. Beberapa barang berharganya ikut hanyut ke sungai dan tidak bisa diselamatkan.

“Rumah bagian belakang masih rusak dan belum saya perbaiki karena tidak punya uang,” ujarnya. (Mam)

 

BERITA REKOMENDASI