‘Terjun Bebas’, Manajemen PDAM Disorot Komisi II DPRD

MAGELANG (KRjogja.com) – Usai meraih penghargaan tingkat nasional atas kinerja memuaskan BUMD kategori “Terbaik Tata Kelola Perusahaan dan Pelayanan” Tahun 2018 lalu, nasibnya berbalik 180 derajat di Tahun 2020. Selama dua tahun, tak satu pun prestasi diraih. Bahkan untuk tingkat Jawa Tengah sendiri, diketahui hanya berada di urutan 10 besar. Terkait hal itu, Komisi II DPRD Kabupaten Magelang melakukan sidak ke kantor PDAM, Kamis (13/2/2020).

“Ini tentu ada apa-apa. Karena itu kami datangi kantor PDAM untuk mencari tahu, setelah kami panggil ke kantor (DPRD) tidak datang. Dan ternyata memang ada masalah. Kami datang ini, bukan untuk mencari-cari kesalahan, tapi bersama-sama mencari cara untuk membenahi,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Magelang, Grengseng Pamudji, saat diterima perwakilan manajemen PDAM dikantor setempat.

Hal senada disampaikan Gunawan, juga anggota Komisi II dari Fraksi PDIP. Ia menilai, manajemen PDAM sepeninggal direktur Heri Purnomo, yang pensiun 2018 lalu, terkesan menurun. “Masak setelah menerima penghargaan tingkat nasional 2018, kini di tingkat jawa tengah saja berada diperingkat 10 besar. Tentu ini tidak bisa dibiarkan,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan beberapa masukan dan keluhan dari masyarakat. Salah satunya dari warga Kecamatan Secang yang sumber airnya diambil PDAM namun hingga saat ini belum ada ‘imbal balik’ diterima warga maupun pemerintah desa setempat. “Kami juga menerima masukan dari warga yang minta ada pembenahan manajemen di PDAM unit Salaman,” lanjutnya.

Sedang Adib, anggota Komisi II lainnya, jika diwilayahnya dan di Kecamatan Mertoyudan serta Borobudur, sering aliran air PDAM tidak lancar. Namun begitu, tidak pernah ada pemberitahuan sebelumnya. Bahkan pembenahan yang dilakukan dinilai juga terlalu lama. “Bagaimana pun, kami (pelanggan) setiap bulan membayar. Tentunya harus diimbangi dengan pelayanan yang baik,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kasubag Produksi PDAM Heru P, akan menyampaikan ke pimpinannya. “Terima kasih atas semua masukan ini, namun kami tidak bisa memberikan tanggapan yang mungkin bisa memuaskan. Namun segala masukan ini akan kami tampung dan sampaikan ke pimpinan kami,” ujarnya.

Disampaikan jika pimpinannya saat ini baru menindaklanjuti kerjasama dengan manajeman PT TWCB pusat di Prambanan, terkait rencana akan berlangganan air produksi PDAM Kabupatem Magelang.

Sementara usai dari Kantor PDAM, rombongan Komisi II melanjutkan sidak ke Desa Donorojo, Kecamatan Secang. Dimana salah satu sumber airnya digunakan PDAM. (Bag)

BERITA TERKAIT