Terkena Longsor, Pendaki Sumbing Tewas

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com – Seorang pendaki Gunung Sumbing, Yossy (24) warga Semarang tewas tertimpa longsor saat terjadi badai dan petir ketika menolong sesama teman pendaki.

Baca Juga: Diviralkan Karena Tersambar Petir, Pemuda di Pakem Meninggal Dunia Mendadak

Wakil Administratur Perhutani KPH Kedu Utara, Bagas mengatakan laporan tewasnya seorang pendaki diterima petugas yang dilanjutkan dengan evakuasi. Polisi hutan, bersama relawan, tim SAR dan BPBD Kabupaten Temanggung melakukan evakuasi korban melalui jalur pendakian Banaran Temanggung.

"Tim evakuasi terbagi dalam beberapa regu dan evakuasi dilakukan secara estavet," katanya, Senin (23/12/2019).

Dikatakan, sebelumnya sejumlah pendaki melaporkan terjadi badai, petir dan tanah longsor di atas pos IV yang diduga menimpa seorang pendaki, pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Petugas memastikan pada esuk hari, karena kondisi malam tersebut tidak memungkinkan.

"Kami memastikan ada korban, dan teridentifikasi namanya, Yoshi yang merupakan rombongan asal Semarang," katanya.

Plt Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan korban naik  bersama teman-temannya berjumlah 15 orang, Sabtu sore. Dalam  perjalanan menuju pos IV, korban melihat 4 teman pendaki yang kedinginan dan yang satu sudah drop. Yoshi menolong mereka, yang saat itu turun badai.

Baca Juga: Banyak Diborong, Durian Musangking Gunungwungkal Kuasai Pulau Jawa

Sedangkan teman-temannya tetap melanjutkan perjalanan ke puncak dan kembali ke pos pendaki Minggu (22/12/2019) sore. Karena Yoshi belum turun, selanjutnya dicari ke atas, di sekitar pos IV yang terdapat longsor.

"Diduga korban berteduh, hingga waktu berteduh ada petir yg menyambar di sekitar tempat tersebut dan mengakibatkan tanah longsor hingga ia  tertimpa longsor," katanya. (Osy)
 

BERITA REKOMENDASI