Terkendala Pandemi, Pemkab Genjot Pelayanan KB pada Bidan Praktik

Editor: Ivan Aditya

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kegiatan pelayanan program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Purworejo terkendala selama pandemi Covid-19. Kerap tutupnya fasilitas kesehatan (faskes) akibat virus menyebabkan para akseptor KB kesulitan mendapat layanan rutin.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Bridging Leadership Bangga Kencana BKKBN bersama Pemkab Purworejo yang diselenggarakan secara daring di Command Center Kompleks Setda Purworejo. Kegiatan virtual itu diikuti Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH, didampingi Kepala Dinas Sosial Kependudukan KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purworejo dr Kuswantoro, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Purworejo Akhmad Kasinu, Kabid KB Anny Retno Priastuti dan Kabid PPKS Purwandari Pujiastuti.

Kabid KB Dinas Sosial Kependudukan KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Purworejo Anny Retno Priastuti mengatakan, layanan yang terhambat akibat pandemi adalah pemasangan implan dan KB suntik. “Banyak faskes yang tutup sehingga pelayanan peserta KB khususnya untuk implan dan suntik menjadi tertunda,” ungkapnya menjawab pertanyaan KRJOGJA.com, Jumat (30/07/2021).

Pelayanan KB dapat dilaksanakan di 48 faskes, terdiri atas 27 puskesmas dan 21 rumah sakit pemerintah serta swasta. Pelayanan KB juga dapat dilaksanakan melalui praktik mandiri bidan.

Menurutnya, tertundanya layanan dan situasi pandemi diperkirakan meningkatkan angka kelahiran di Kabupaten Purworejo hingga hampir lima persen. “Kalau melihat antusiasme warga sebenarnya cukup tinggi, sayangnya terkendala situasi pandemi,” ucapnya.

Kendati demikian, Retno bertekad untuk mendorong pelayanan KB tetap berjalan optimal di Kabupaten Purworejo. “Upaya yang bisa kami lakukan adalah pelayanan KB dilaksanakan melalui praktik bidan mandiri,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Yuli Hastuti mengemukakan, kegiatan pelayanan akseptor KB harus tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan 5M. Layanan KB, lanjutnya, merupakan poin penting di masa pandemi covid. “Apalagi angka kelahiran di Kabupaten Purworejo meningkat. Tentu peningkatan itu harus menjadi perhatian supaya kelahiran dapat terencana dengan baik,” ungkap Yuli.

Pelayanan KB, lanjutnya, harus terus berjalan dan dikemas sedemikian rupa untuk mencegah penularan virus dan menjadikan masyarakat tertarik untuk mengakses layanannya. “Sosialisasi kepada masyarakat bahwa pelayanan KB gratis karena semua biayanya ditanggung pemerintah, haruslah lebih intensif,” tandasnya. (Jas)

Wabup Purworejo (tengah) mengikuti kegiatan daring bersama BKKBN. (Foto : Jarot Sarwosambodo)

BERITA REKOMENDASI